Anak Dari Pernikahan Siri: Dampak dan Manfaat Mendapat MBG

by -63 Views

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menyasar kelompok anak paling rentan, termasuk anak-anak dari pernikahan dini, pernikahan siri, serta anak putus sekolah yang selama ini belum terdata dalam sistem administrasi negara. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa masih banyak penerima manfaat MBG yang tidak terdaftar karena tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Anak-anak balita, termasuk ibu hamil dan menyusui, yang belum terdaftar dalam sistem kenegaraan harus didata ulang secara manual hingga ke tingkat paling bawah.

Dadan menjelaskan bahwa BGN tidak bisa hanya mengandalkan basis data nasional dalam menyalurkan program MBG karena kondisi tersebut. Pendataan ulang harus dilakukan secara manual hingga ke tingkat paling bawah untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan makanan bergizi. Anak putus sekolah di usia antara 0 sampai 18 tahun yang tidak terakomodasi dalam sistem pendidikan formal tetap menjadi sasaran utama program MBG. BGN juga melakukan penataan ulang mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menutup portal mitra secara permanen.

Untuk memastikan program tepat sasaran, BGN melakukan serangkaian langkah korektif, mulai dari verifikasi lapangan hingga pembersihan data. Langkah-langkah ini penting untuk memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) benar-benar tersalurkan kepada kelompok anak yang paling rentan. Dengan demikian, Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia yang membutuhkan bantuan gizi.

Source link