Akselerasi Digitalisasi Maros: ASN Jadi Role Model QRIS

by -49 Views

Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Maros dalam menggenjot implementasi digitalisasi keuangan daerah. Maros diakui sebagai salah satu daerah yang paling progresif dalam penerapan transaksi non-tunai di Sulawesi Selatan. Ricky Satria, Deputi Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan, menyatakan bahwa langkah digitalisasi ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memastikan tata kelola keuangan yang lebih transparan dan terkontrol. Menurut Ricky, manfaat penggunaan teknologi dalam hal ini sangat besar dan efektif, terutama dalam mempercepat transaksi, mencegah kebocoran, dan memudahkan monitoring secara real-time.

Ricky juga mencatat bahwa progres Pemkab Maros di bawah kepemimpinan Bupati Chaidir Syam cukup cepat dibandingkan dengan daerah lain di Sulawesi Selatan. Salah satu contohnya adalah inisiatif Bapenda Maros dalam Bapenda Award dan digitalisasi sektor publik. Bupati Maros secara aktif memberikan dukungan dalam mendorong digitalisasi, termasuk dalam objek wisata di Maros. Meskipun demikian, Ricky mengakui adanya tantangan teknis, terutama terkait objek wisata unggulan seperti Bantimurung dan Leang-Leang. Namun, BI Sulawesi Selatan turun tangan untuk memberikan solusi teknis agar sistem pembayaran tetap berjalan secara digital.

Bank Indonesia berharap akselerasi digitalisasi di Maros tidak hanya berfokus pada penyediaan sistem, tetapi juga pada pembentukan ekosistem pengguna. ASN diminta menjadi contoh bagi masyarakat dalam menggunakan transaksi dengan QRIS. Dengan terbentuknya ekosistem digital di berbagai tempat seperti pasar, sekolah, dan warung kopi, Bank Indonesia meyakini bahwa Maros dapat melesat dalam ekonomi digital di masa depan.

Source link