Deretan film Indonesia yang dijadwalkan hadir pada 2026 menunjukkan satu hal: perfilman nasional tak lagi sekadar ramai di dalam negeri, tetapi juga makin percaya diri membawa cerita lokal ke panggung yang lebih luas. Dari drama keluarga, thriller politik, hingga horor komedi, sejumlah judul baru sudah lebih dulu memancing perhatian publik sebelum resmi tayang. Di antara yang paling banyak dibicarakan, Esok Tanpa Ibu menjadi salah satu film yang menonjol karena menggabungkan emosi keluarga dengan sentuhan teknologi futuristik.
Esok Tanpa Ibu dan dilema kehilangan
Esok Tanpa Ibu dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo dan mengangkat kisah seorang remaja laki-laki yang harus berhadapan dengan situasi berat ketika ibunya sakit. Di tengah kondisi itu, muncul teknologi I-BU yang dirancang untuk menyerupai sosok sang ibu. Premis ini membuat film tersebut tidak hanya bicara soal kehilangan, tetapi juga tentang batas antara pengganti dan kehadiran yang sesungguhnya. Film ini direncanakan tayang pada 22 Januari.
Film-film lain yang ikut menyedot perhatian
Selain itu, Para Perasuk juga ramai diperbincangkan di media sosial. Film garapan Wregas Bhanuteja ini bercerita tentang Bayu, pemuda yang bercita-cita menjadi perasuk dalam sebuah pesta kerasukan di desanya. Film tersebut dijadwalkan rilis pada 24 Januari.
Nama Empat Musim Pertiwi tak kalah kuat. Film yang dibintangi Putri Marino dan Arya Saloaka ini disutradarai Kamila Andini dan mengusung genre drama thriller suspense. Karya ini sudah mencatat sejumlah penghargaan di ajang internasional. Ceritanya mengikuti perempuan yang kembali ke desa setelah lebih dari satu dekade mendekam di penjara.
Sementara itu, Na Willa menawarkan nuansa berbeda lewat adaptasi dari seri buku anak karya Reda Gaudiamo. Berlatar tahun 1960-an, film ini mengikuti kisah Na Willa, gadis kecil berdarah campuran, yang hidup dalam situasi sosial yang penuh lapisan emosi. Film ini direncanakan tayang saat lebaran 2026.
Dari horor penjara sampai drama politik
Joko Anwar juga kembali lewat Ghost in The Cell, sebuah horor komedi yang membawa dua geng narapidana ke dalam situasi tak terduga saat mereka harus menghadapi teror hantu di penjara. Film ini menjanjikan pendekatan yang berbeda dari karya-karya Joko Anwar sebelumnya karena memadukan ketegangan dan humor dalam satu ruang yang sempit.
Di sisi lain, adaptasi novel Leila S. Chudori, Laut Bercerita, juga masuk daftar film yang dinantikan. Disutradarai Yosep Anggi Noen dan dibintangi Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, serta Eva Celia, film ini mengangkat drama politik masa Orde Baru melalui kisah aktivis mahasiswa yang hilang. Tema yang dibawa membuat film ini bukan hanya penting secara sinematik, tetapi juga sensitif secara sejarah.
Tak kalah menarik, Dilan ITB 1997 akan melanjutkan kisah Dilan setelah hubungannya dengan Milea berakhir. Dengan Ariel NOAH sebagai pemeran utama, film ini menempatkan romansa di tengah gelombang Reformasi, sekaligus bersinggungan dengan momen bersejarah seperti pelengseran Soeharto dan awal perubahan politik di Indonesia. Kombinasi kisah cinta dan latar sejarah inilah yang membuat film tersebut berpotensi menjadi salah satu judul paling ramai dibahas tahun ini.
Source link


