Strategi Ketahanan Pangan Desa: Babinsa Moncongloe Dampingi Budidaya Lele KKN Unhas

by -212 Views

Babinsa Moncongloe Dampingi KKN Unhas, Budidaya Lele Jadi Jalan Baru Ketahanan Pangan Desa

Upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa tak hanya bertumpu pada program pemerintah, tetapi juga pada kerja lapangan yang langsung menyentuh warga. Di Desa Moncongloe, Kodim 1422 Maros, Babinsa Desa Sertu Muh. Yusuf turun mendampingi budidaya ikan lele bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas). Pendampingan ini diarahkan agar warga tidak sekadar mengenal budidaya, tetapi juga mampu menjalankannya secara mandiri dan berkelanjutan.

Kolaborasi TNI dan kampus di lahan terbatas

Program tersebut melibatkan mahasiswa KKN dari Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan Unhas, termasuk A Almuhtadi Filla Mahdi. Mereka terlibat dalam pembuatan akuaponik sederhana dan proses pemijahan ikan lele di rumah Sukri, Ketua Kelompok Tani Dusun Biring Je’ne. Dari hasil observasi, mahasiswa melihat bahwa lahan budidaya di lingkungan warga sangat terbatas. Karena itu, pemanfaatan pekarangan rumah dinilai sebagai langkah yang paling realistis untuk mengembangkan produksi lele tanpa membutuhkan lahan luas.

Edukasi dari pemijahan hingga pemeliharaan

Selain membantu teknis di lapangan, Babinsa dan mahasiswa KKN Unhas juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat. Materi yang disampaikan mencakup tahapan budidaya ikan lele, mulai dari pemijahan, perawatan, hingga pemeliharaan agar hasil panen lebih terjaga. Pendekatan ini dinilai penting karena pengetahuan praktis sering menjadi kendala utama dalam pengembangan usaha perikanan skala rumah tangga.

Dukungan warga dan harapan kemandirian pangan

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Desa Moncongloe, Muhammad Iqbal, serta masyarakat setempat. Program ini diharapkan tidak berhenti pada pendampingan sesaat, melainkan menjadi pijakan bagi warga untuk membangun kemandirian pangan sekaligus membuka peluang usaha dari budidaya perikanan rumah tangga. Sinergi antara Babinsa dan mahasiswa KKN Unhas di Moncongloe menunjukkan bahwa penguatan pangan bisa dimulai dari langkah sederhana, selama ada pendampingan yang tepat dan keterlibatan warga secara aktif.