Pantau Harga Pangan Jelang Ramadan: Kunjungan Menko Pangan ke Pasar Pa’baeng-baeng Makassar

by -211 Views

Menjelang Ramadan, sorotan pemerintah kembali tertuju pada harga pangan di pasar tradisional. Di Makassar, Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Pertanian, Zulkifli Hasan, turun langsung ke Pasar Tradisional Pa’baeng-baeng untuk mengecek harga sekaligus memastikan stok bahan pokok tetap aman. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga agar pasokan tetap lancar dan harga tidak melonjak saat kebutuhan masyarakat biasanya ikut naik.

Harga Pangan di Makassar Dinilai Masih Terkendali

Dalam peninjauan tersebut, Zulhas menilai harga sejumlah komoditas di Makassar masih lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional. Cabai keriting besar, misalnya, tercatat dijual Rp20.000 per kilogram. Sementara itu, harga ayam ras masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp33.000 per kilogram, lebih murah dibandingkan wilayah Jawa yang disebut mencapai Rp36.000 per kilogram.

Meski demikian, tidak semua harga berada di level rendah. Cabai rawit masih terpantau tinggi di angka Rp50.000 per kilogram. Di sisi lain, telur ayam justru relatif murah, sekitar Rp27.500 per kilogram, sehingga menjadi salah satu komoditas yang dinilai membantu menjaga daya beli masyarakat.

Telur Murah, Ikan Jadi Faktor Penekan Permintaan

Zulhas mengaitkan harga telur yang masih stabil di Makassar dengan pola konsumsi masyarakat setempat. Menurutnya, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) ikut memberi pengaruh, karena ikan lebih banyak digunakan sebagai sumber protein utama. Kondisi itu membuat permintaan telur tidak terlalu tinggi, sehingga harga tetap terkendali.

Ia menilai situasi seperti ini penting dipantau agar gejolak harga tidak muncul menjelang Ramadan, saat kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat dan pasar bergerak lebih cepat dari hari biasa.

Stok Beras Bulog Dipastikan Aman

Di akhir peninjauan, Zulhas memastikan stok pangan pokok, terutama beras, masih dalam kondisi aman. Ia menyebut persediaan beras di gudang Bulog Sulawesi Selatan mencapai 500.000 ton dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

Melalui pemantauan langsung di Pasar Pa’baeng-baeng, pemerintah ingin memastikan masyarakat Makassar tetap memiliki akses terhadap bahan pangan dengan harga yang terjangkau. Fokus utamanya bukan hanya menjaga stok, tetapi juga menahan laju harga agar tidak memberatkan warga saat bulan puasa mulai berjalan.