Pemdes Moncongloe Salurkan Bantuan Atap untuk Korban Angin Kencang

by -338 Views

MAROS — Saat angin kencang merusak bagian atap rumah warga di Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, pemerintah desa bergerak cepat. Bantuan seng atap disalurkan langsung kepada warga terdampak sebagai bentuk respons atas kerusakan yang terjadi belakangan ini.

Bantuan Diserahkan Langsung ke Warga

Pemerintah Desa Moncongloe bersama Babinsa dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) turun ke lapangan untuk menyerahkan bantuan kepada warga yang rumahnya terdampak. Dua warga penerima bantuan itu adalah Baso Tutu dan Kamaruddin, keduanya warga Dusun Panaikang, Desa Moncongloe.

Kehadiran rombongan tersebut disambut penuh syukur oleh para penerima bantuan. Di tengah kondisi rumah yang mengalami kerusakan, perhatian dan gerak cepat dari pemerintah desa menjadi penguat tersendiri bagi warga yang terdampak musibah.

Pemdes Tekankan Kehadiran di Saat Sulit

Kepala Desa Moncongloe, Muhammad Iqbal, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah desa terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Menurut dia, pemerintah desa tidak boleh hanya hadir pada situasi normal, tetapi juga harus sigap ketika warga tertimpa bencana atau musibah.

Iqbal juga mengapresiasi sinergi yang terbangun bersama Babinsa dan mahasiswa KKN Unhas. Kolaborasi itu, kata dia, menunjukkan bahwa kepedulian terhadap warga bisa diperkuat melalui kerja bersama lintas unsur di desa.

Babinsa dan Mahasiswa KKN Ikut Mendampingi

Babinsa Desa Moncongloe, Sertu Muh. Yusuf, menegaskan bahwa tugas TNI tidak hanya sebatas pengamanan wilayah, tetapi juga pendampingan masyarakat dalam kondisi darurat seperti ini. Kehadiran Babinsa dalam penyaluran bantuan menjadi bagian dari upaya membantu warga agar tidak menghadapi dampak kerusakan sendirian.

Dengan bantuan seng atap tersebut, warga diharapkan bisa segera memperbaiki bagian rumah yang rusak akibat angin kencang. Langkah cepat ini sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan di tingkat desa tetap bisa berjalan efektif ketika pemerintah, aparat, dan mahasiswa bergerak dalam satu arah.

Bagi Baso Tutu dan Kamaruddin, bantuan itu bukan hanya soal material bangunan, tetapi juga tanda bahwa mereka tidak dibiarkan menghadapi kerusakan rumah sendirian di tengah cuaca yang masih belum sepenuhnya bersahabat.