Chaidir Syam Persembahkan Doktor Kedua bagi Demokrasi – Sebuah Dedikasi untuk Ilmu

by -63 Views

Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mencatatkan prestasi akademik yang membanggakan dengan meraih dua gelar doktor dalam waktu dua tahun dari dua bidang ilmu yang berbeda. Awalnya, pada tahun 2024, Chaidir Syam meraih gelar Doktor di bidang Ilmu Hukum dari Universitas Muslim Indonesia (UMI), dan kini ia berhasil meraih gelar doktor kedua setelah menyelesaikan studi Ilmu Politik di Universitas Hasanuddin. Dengan capaian ini, Chaidir Syam menjadi salah satu kepala daerah yang berhasil meraih dua gelar doktor dari disiplin ilmu berbeda dalam waktu yang relatif singkat. Chaidir menjelaskan bahwa keputusannya untuk melanjutkan studi doktoral di bidang Ilmu Politik didasari oleh pengalaman panjangnya di dunia pemerintahan dan politik, setelah 13 tahun berkiprah sebagai anggota legislatif sebelum menjabat sebagai Bupati Maros.

Dalam disertasinya, Chaidir mengangkat fenomena politik yang pernah ia alami secara langsung, seperti dinamika Pilkada Maros, termasuk peristiwa melawan kolom kosong dan pergantian calon wakil bupati di tengah tahapan yang hampir rampung. Ia berharap kajian tersebut dapat menjadi pelajaran bagi dunia politik dan mendorong perbaikan sistem demokrasi di Indonesia. Dalam proses penyusunan disertasinya, Chaidir menggunakan tiga metodologi penelitian untuk menjaga objektivitas dan melibatkan responden lain guna meminimalisir bias, mengingat sebagian fenomena yang diteliti merupakan pengalaman pribadinya.

Disertasi ini mulai digarap sejak Desember 2024, setelah pelaksanaan Pilkada, dan Chaidir berhasil menyelesaikannya di tengah kesibukannya sebagai kepala daerah. Ia membagi waktu antara tugas pemerintahan dan kegiatan akademik, baik melalui perkuliahan luring maupun daring. Chaidir berharap hasil disertasinya dapat memberikan masukan untuk perbaikan demokrasi dan sistem pemilu di Indonesia.

Source link