Kegaduhan antara netizen Korea (K-Netz) dan SEAblings dari Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya terjadi di media sosial, dimana rasisme dipicu oleh kehadiran fansite Korea Selatan di konser Day6 di Malaysia. Fansite tersebut menggunakan kamera profesional yang mengganggu fans lokal, dan ketika ditegur, fansite tersebut merasa tak terima karena merasa berjasa dalam membesarkan idolanya. Penghinaan dan rasisme terhadap fans lokal dan orang Asia Tenggara dilontarkan oleh K-Netz di media sosial, bahkan sampai mengejek Baskara Mahendra sebagai representasi wajah orang Asia Tenggara. SEAblings merespons rasisme tersebut dengan meme lucu dan mempertegas kontribusi pasar K-Pop terbesar berasal dari Asia Tenggara, meskipun K-Netz tidak terima. Meskipun terlibat dalam kontroversi, Baskara Mahendra tetap tenang dan hanya menyampaikan apresiasi pada negara Asia Tenggara yang aktif mempromosikan grup lokal di media sosial. No Na, idol asal Indonesia, juga tetap fokus pada musiknya dengan konsep video yang menunjukkan keindahan alam Indonesia. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran negara Asia Tenggara dalam mendukung industri hiburan global tanpa terpengaruh oleh kontroversi yang terjadi.
Baskara Mahendra: Korban Rasisme K-Netz, SEAblings Pasang Badan





