IPLT Rp6,9 M Maros Resmi Layani Sedot Tinja di 6 Kecamatan

by -336 Views

Pemerintah Kabupaten Maros kini memiliki fasilitas baru untuk memperkuat layanan sanitasi warga. Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang berdiri di TPA Bonto Ramba, Kecamatan Mandai, resmi dioperasikan dengan nilai pembangunan mencapai Rp6,9 miliar. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan pengelolaan limbah domestik yang selama ini masih bergantung pada layanan terbatas.

IPLT Maros Diresmikan, Fokus Layani Limbah Rumah Tangga

Peresmian IPLT tersebut dihadiri Bupati Maros Chaidir Syam, Wakil Bupati Muetazim Mansyur, unsur Forkopimda, serta perwakilan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Selatan. Chaidir menegaskan, fasilitas ini dibangun untuk memberi pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat, terutama saat septic tank warga sudah penuh dan membutuhkan penanganan yang aman.

IPLT ini dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 dengan anggaran Rp6,9 miliar. Fungsinya adalah mengolah lumpur tinja rumah tangga sebelum hasil akhirnya dibuang, sehingga tidak langsung mencemari lingkungan sekitar. Dengan sistem pengolahan tersebut, limbah yang sebelumnya berisiko masuk ke aliran sungai dapat diproses terlebih dahulu sesuai tahapan yang disiapkan.

Baru Menjangkau Enam Kecamatan Perkotaan

Meski sudah resmi beroperasi, layanan IPLT Maros belum bisa menjangkau seluruh wilayah kabupaten. Saat ini, pelayanan baru tersedia untuk enam kecamatan di kawasan perkotaan karena keterbatasan armada sedot tinja. Kendati demikian, fasilitas ini memiliki kapasitas pengolahan hingga 10 meter kubik per hari, yang menjadi modal awal untuk memperluas jangkauan layanan ke depan.

Kepala Dinas PUTRPP Maros, Muhammad Alfian Amri, menjelaskan bahwa tarif layanan sedot tinja sudah ditetapkan dan dihitung per meter kubik sesuai peraturan daerah. Skema ini diharapkan membuat layanan lebih tertib sekaligus memberi kepastian bagi masyarakat yang membutuhkan jasa penyedotan.

Target Pengelolaan Lebih Profesional

Selain soal kapasitas, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya pengelolaan IPLT yang profesional. Sistem penyedotan terjadwal dinilai perlu untuk menjaga layanan tetap berjalan efektif dan membantu meningkatkan kapasitas pengelolaan lumpur tinja di Maros. Dengan begitu, target sanitasi layak dan aman di daerah ini bisa dikejar secara bertahap, tanpa membebani lingkungan maupun warga.