Daftar Kecamatan Terdampak Banjir di Maros

by -238 Views

Maros kembali menghadapi ancaman banjir yang meluas. Pada Minggu (22/2/2026), genangan air dilaporkan merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dan data sementara pemerintah daerah menyebutkan ada delapan kecamatan yang terdampak. Kondisi ini membuat warga di beberapa titik harus bersiap menghadapi cuaca yang belum sepenuhnya membaik.

Delapan Kecamatan Masuk Daftar Terdampak

Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengatakan wilayah yang terdampak banjir meliputi Kecamatan Tompobulu, Turikale, Maros Baru, Bantimurung, Marusu, Lau, Simbang, dan Moncongloe. Ia menjelaskan, genangan tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan menyebar ke sejumlah dusun dan kelurahan di masing-masing kecamatan tersebut.

Meski di beberapa lokasi air mulai turun, situasi belum sepenuhnya aman. Pemerintah daerah masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan banjir, terutama di wilayah yang sejak awal menjadi titik genangan paling parah.

Ribuan Warga Terdampak

Chaidir menyebut jumlah kepala keluarga yang terdampak belum terdata secara keseluruhan. Namun, berdasarkan data sementara, sekitar 7.500 jiwa ikut merasakan dampak bencana banjir ini. Angka tersebut menunjukkan bahwa genangan yang terjadi bukan sekadar persoalan lokal, melainkan sudah menyentuh banyak warga di berbagai kecamatan.

Dalam kondisi seperti ini, pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan maupun cuaca ekstrem lainnya. Peringatan itu menjadi penting mengingat curah hujan belum sepenuhnya reda dan wilayah rawan genangan masih harus siaga.

BMKG Ingatkan Hujan Masih Berpotensi Berlanjut

Ketua Tim Kerja Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha, memperkirakan potensi hujan masih akan terjadi hingga akhir Februari di Kabupaten Maros. Prediksi ini membuat kewaspadaan warga dan pemerintah daerah perlu tetap dijaga, terutama untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi seperti banjir.

Dengan kondisi cuaca yang masih labil, warga di wilayah rawan diminta tidak lengah. Pemantauan terhadap perkembangan hujan dan kondisi air menjadi kunci agar dampak banjir tidak meluas dan aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan lebih aman.