Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Minggu (22/2/2026). Data sementara yang diterima pemerintah daerah menunjukkan bahwa delapan kecamatan terdampak banjir. Bupati Maros, AS Chaidir Syam, menyebutkan bahwa wilayah yang terdampak antara lain Kecamatan Tompobulu, Turikale, Maros Baru, Bantimurung, Marusu, Lau, Simbang, dan Moncongloe. Dia menjelaskan bahwa genangan air terjadi di beberapa dusun dan kelurahan di masing-masing kecamatan yang terdampak.
Meski kondisi banjir di sebagian wilayah mulai surut, Chaidir mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Hingga saat ini, jumlah kepala keluarga yang terdampak banjir belum terdata secara keseluruhan, namun sekitar 7.500 jiwa terdampak bencana banjir. Sementara itu, Ketua Tim Kerja Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha, memperkirakan potensi hujan masih akan terjadi hingga akhir Februari mendatang di Kabupaten Maros.
Dalam situasi seperti ini, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir. Potensi hujan yang diprediksi berlangsung hingga akhir Februari menjadi perhatian utama untuk mengantisipasi dampak buruk yang mungkin terjadi.





