Kepergian Eric Dane meninggalkan lubang besar di dunia hiburan Amerika. Aktor yang melejit lewat perannya sebagai Dr. Mark Sloan alias “McSteamy” di Grey’s Anatomy itu meninggal dunia pada 19 Februari, setelah berjuang melawan amyotrophic lateral sclerosis (ALS) atau penyakit Lou Gehrig sejak tahun 2025. Kabar duka tersebut dikonfirmasi keluarga Dane, yang menyebut sang aktor mengembuskan napas terakhir di tengah orang-orang terdekatnya, termasuk istri Rebecca serta dua putrinya, Billie dan Georgia.
Perjalanan panjang dari Grey’s Anatomy hingga Euphoria
Nama Eric Dane pertama kali masuk radar penonton Grey’s Anatomy saat tampil sebagai bintang tamu pada musim kedua tahun 2005. Namun, popularitas karakternya membuat ia kemudian dipertahankan sebagai pemeran tetap dari musim ketiga hingga kedelapan. Sosok Dr. Mark Sloan begitu melekat di ingatan penonton hingga Dane kembali muncul dalam dua episode musim kesembilan dan episode spesial musim ke-17.
Di luar serial medis itu, Dane juga menorehkan jejak di sejumlah proyek besar lain, termasuk Valentine’s Day, The Last Ship, dan Euphoria, di mana ia memerankan Cal Jacobs. Kariernya yang panjang membuat kabar wafatnya terasa bukan hanya sebagai kehilangan bagi penggemar Grey’s Anatomy, tetapi juga bagi penonton yang mengikuti perjalanan kariernya di layar kaca dan layar lebar.
Ucapan duka dari rekan kerja dan rumah produksi
Sejumlah rekan kerja turut menyampaikan kesedihan atas kepergian Dane. Aktris Kim Raver, yang memerankan Dr. Teddy Altman di Grey’s Anatomy, mengenangnya sebagai sosok ceria dengan bakat komedi yang kuat. Sementara itu, produser eksekutif Krista Vernoff juga membagikan kenangan hangat tentang momen kembalinya Dane ke serial tersebut pada 2021.
ABC bersama 20th Television ikut menyampaikan belasungkawa dan memberi penghormatan atas keberanian Dane dalam menghadapi ALS. Dalam pernyataan resmi keluarga, mereka juga meminta pengertian publik atas kebutuhan privasi di masa berkabung ini.
Berani terbuka tentang ALS
Setelah didiagnosis ALS pada 2025, Dane tidak memilih diam. Ia justru menjadi salah satu suara yang membantu meningkatkan kesadaran tentang penyakit itu dan memperlihatkan bagaimana seorang publik figur tetap bisa berdiri dengan martabat di tengah kondisi yang berat. Keterbukaannya membuat banyak orang melihatnya bukan hanya sebagai aktor populer, tetapi juga sebagai sosok yang memberi contoh tentang keberanian menghadapi penyakit serius.
Dengan warisan peran yang ikonik, kerja yang konsisten, dan sikap terbuka dalam menghadapi sakitnya, Eric Dane meninggalkan kenangan yang sulit digantikan bagi keluarga, sahabat, rekan setim, dan penggemar di berbagai belahan dunia.


