Tanggapan Polisi terkait Aksi Mahasiswa Coret Hijab Polwan

by -283 Views

Polda Metro Jaya menanggapi insiden seorang mahasiswa yang mencoret kain penutup kepala atau jilbab milik Polwan saat aksi penyampaian pendapat di kawasan Mabes Polri, Jumat (27/2). Peristiwa itu menjadi sorotan karena terjadi di tengah pengamanan ketat ribuan personel kepolisian yang disiagakan untuk menjaga jalannya unjuk rasa tetap tertib dan kondusif.

Polisi: Jilbab Polwan Bukan Sarana Provokasi

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Budi Hermanto, menegaskan bahwa kain penutup kepala yang dipakai Polwan merupakan bagian dari kelengkapan berpakaian sekaligus penutup aurat. Karena itu, menurut dia, atribut tersebut tidak semestinya dijadikan media ekspresi yang bersifat provokatif.

Budi mengimbau peserta aksi agar menyampaikan pendapat dengan cara yang lebih beradab, tanpa merendahkan martabat pihak lain atau memancing emosi di lapangan. Ia menekankan bahwa kebebasan berpendapat tetap harus berjalan beriringan dengan etika dan penghormatan terhadap sesama.

3.992 Personel Disiagakan di Depan Mabes Polri

Untuk mengamankan aksi di depan Mabes Polri, Polda Metro Jaya mengerahkan 3.992 personel. Pengamanan itu dilakukan agar kegiatan unjuk rasa berlangsung lancar, sekaligus menjaga situasi tetap aman, terutama di tengah suasana bulan suci Ramadhan.

Meski sempat terjadi insiden pencoretan jilbab Polwan dengan tulisan yang tidak pantas, Polda Metro Jaya tetap mengapresiasi mahasiswa yang terlibat dalam aksi tersebut karena secara umum kegiatan berjalan aman dan damai. Budi juga menilai kesabaran menjadi kunci penting agar situasi tetap terkendali.

Polri Tetap Hormati Hak Menyampaikan Pendapat

Di sisi lain, Polri menegaskan tetap menghormati hak warga untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, hak itu, kata Budi, perlu dijalankan dengan tertib, santun, dan beretika agar tidak menimbulkan gesekan yang justru merugikan banyak pihak.

“Erekspresikan hak Anda untuk mengungkapkan pendapat hanya dengan cara yang tepat, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk yang lain,” demikian pesan yang disampaikan dalam respons tersebut.