Ahmad Sahroni Dukung Prabowo Potong Gaji Menteri-DPR: Opini Terkini

by -326 Views

Jakarta — Wacana efisiensi anggaran negara yang kembali disuarakan Presiden Prabowo Subianto ikut memantik respons dari elite politik. Ahmad Sahroni, Bendahara Umum Partai NasDem, menyatakan dukungannya terhadap langkah penghematan tersebut, termasuk jika pemerintah benar-benar mempertimbangkan pemotongan gaji pejabat negara seperti menteri dan anggota DPR.

Dukung efisiensi, tapi jangan gegabah

Sahroni menegaskan bahwa penghematan anggaran pada dasarnya adalah langkah yang baik. Namun, menurut dia, kebijakan seperti pemangkasan gaji pejabat tidak bisa diputuskan secara serampangan. Setiap pos anggaran, kata dia, harus dianalisis secara menyeluruh agar pemerintah tidak justru menciptakan persoalan baru dari kebijakan yang dimaksudkan untuk menekan belanja negara.

Ia menilai, ada banyak opsi yang bisa ditempuh pemerintah untuk melakukan efisiensi. Karena itu, kebijakan yang menyentuh gaji pejabat negara perlu dipertimbangkan dengan matang, termasuk dampak langsung maupun efek turunannya terhadap kinerja birokrasi.

NasDem beri dukungan dengan catatan

Sekretaris Fraksi NasDem DPR RI itu juga mengingatkan bahwa efisiensi yang dirancang tanpa perhitungan bisa berbalik merugikan. Menurut Sahroni, kebijakan yang terlalu agresif berpotensi menurunkan semangat kerja atau bahkan membuka ruang bagi risiko korupsi jika tidak disertai desain yang tepat.

Meski demikian, Sahroni menegaskan Fraksi NasDem tetap akan mendukung langkah pemerintah selama kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat. Dengan kata lain, dukungan itu bukan tanpa syarat, melainkan disertai kehati-hatian agar penghematan tidak menimbulkan masalah baru di lapangan.

Prabowo soroti penghematan dan dampak global

Sebelumnya, Prabowo mengacu pada kebijakan penghematan anggaran yang diterapkan Pakistan sebagai salah satu contoh yang mungkin dipertimbangkan Indonesia di tengah situasi ekonomi global yang bergejolak. Presiden menilai dana hasil penghematan sebaiknya dialihkan untuk membantu kelompok masyarakat yang paling rentan.

Prabowo juga menyoroti perlunya mitigasi terhadap dampak konflik di Timur Tengah yang ikut mendorong kenaikan harga energi dunia. Dalam konteks itu, efisiensi anggaran dipandang bukan semata soal mengurangi belanja, melainkan juga memastikan negara punya ruang fiskal untuk merespons tekanan eksternal yang semakin sulit diprediksi.