Volume sampah di Kabupaten Maros mengalami lonjakan signifikan tepat sehari setelah perayaan Idulfitri tahun ini. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Maros mencatat ada peningkatan sekitar 10 ton dibanding periode yang sama pada lebaran tahun lalu. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Maros, Andi Irfan Paharuddin, mengungkapkan total sampah yang diangkut mencapai 82 ton, yang naik dari capaian tahun lalu yang berada di angka 72 ton. Meningkatnya volume sampah ini merupakan konsekuensi logis dari tingginya aktivitas warga selama libur lebaran, di mana budaya berkumpul keluarga besar memicu produksi sampah rumah tangga yang lebih tinggi dari hari biasanya. Dari data yang dihimpun, Kecamatan Turikale masih memegang predikat sebagai wilayah penyumbang sampah terbanyak di Kabupaten Maros. Untuk mengantisipasi penumpukan sampah, DLH Maros telah menginstruksikan armada kebersihan untuk bekerja lebih ekstra, dengan intensitas pengangkutan meningkat 2 hingga 4 kali rotasi dalam sehari. Fokus pembersihan juga diperketat pada titik-titik vital yang menjadi pusat keramaian dan pemukiman padat, seperti area pasar dan titik-titik yang rawan penumpukan sampah untuk tidak mengganggu kenyamanan warga.
Penyumbang Sampah Terbesar di Maros Setelah Lebaran





