Puncak Arus Balik Mudik: Kapan Sudah Terlewati?

by -375 Views

Puncak arus balik mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi disebut sudah lewat. Kepastian itu disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada Sabtu, 28 Maret 2026, berdasarkan pantauan dan data lalu lintas yang dihimpun PT Jasa Marga (Persero).

Data Jasa Marga Jadi Acuan

Sigit menjelaskan, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta tercatat mencapai 2.946.891 kendaraan. Sementara itu, kendaraan yang masuk ke Jakarta berada di angka 2.561.629 kendaraan. Dari selisih tersebut, masih tersisa 385.262 kendaraan atau sekitar 13,07 persen yang belum kembali ke wilayah ibu kota.

Menurutnya, angka itu menunjukkan fase terpadat arus balik telah terlewati. Namun, kondisi tersebut tidak membuat pengawasan dilonggarkan. Polri bersama pemangku kepentingan terkait tetap diminta menjaga kelancaran perjalanan, terutama bagi pemudik yang masih berada di jalur balik.

Fokus Keamanan dan Kenyamanan Pemudik

Meski puncak lalu lintas balik sudah lewat, Sigit menegaskan bahwa perhatian utama tetap pada keselamatan masyarakat. Ia meminta agar perjalanan pemudik terus dipastikan aman, nyaman, dan lancar hingga tiba di rumah masing-masing.

Komitmen serupa juga disampaikan untuk menjaga situasi di lapangan agar tidak menimbulkan hambatan baru. Langkah ini dinilai penting karena arus balik masih berlangsung dan potensi kepadatan tetap bisa muncul di sejumlah titik.

Infrastruktur Tol Tetap Dipantau

Di sisi lain, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan kualitas infrastruktur jalan tol tetap terjaga, termasuk di tengah cuaca hujan yang masih terjadi. Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri karena hujan dapat memengaruhi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Dengan pengawasan dari Polri, dukungan pemangku kepentingan, serta kesiapan infrastruktur jalan, pemerintah berupaya memastikan arus balik mudik berjalan tertib. Fokusnya bukan hanya mengurai kepadatan, tetapi juga memastikan setiap pemudik dapat kembali dengan selamat tanpa menghadapi risiko yang tidak perlu.