Pembangkit Listrik Sampah Makassar: Target 25 MW/Hari

by -55 Views

Pemerintah Kota Makassar tengah mengakselerasi pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah (waste to energy) sebagai upaya menangani masalah sampah sekaligus sebagai sumber energi baru di kota tersebut. Proyek ini akan berlokasi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa dan diharapkan mampu menghasilkan listrik hingga 20–25 megawatt. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan bahwa proyek ini merupakan langkah dari kebijakan nasional terkait pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik. Dalam tahap awal, dilakukan pengakhiran perjanjian kerja sama dengan pemenang tender sebelumnya dan penyiapan lahan baru untuk pembangunan proyek tersebut.

Dengan volume sampah mencapai 800 ton per hari di Makassar, kapasitas pengangkutan yang baru mencapai 67 persen menunjukkan masih terdapat potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui sistem aglomerasi bersama daerah sekitar, diharapkan kapasitas sampah yang diolah bisa mencapai 1.000 ton per hari, dengan potensi menghasilkan listrik 20 hingga 25 megawatt, tergantung kualitas sampah. Pembangunan ini menggunakan teknologi modern dan telah teruji, yang tidak meningkatkan risiko dampak lingkungan negatif.

Proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi hingga Rp3 triliun, dengan dukungan DanaTara sebagai pemenang tender. Skema pendanaan juga melibatkan subsidi biaya listrik sebesar 20 sen per kWh. Pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah di Makassar diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah dan transisi menuju energi terbarukan yang lebih bersahabat lingkungan. Dengan optimalisasi pengelolaan sampah dan peningkatan kapasitas angkut, diharapkan Makassar dapat mengurangi beban TPA dan sekaligus menghasilkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Source link