Inayah Wahid Menikah dengan Kiai Muda Sumenep: Kisah Cinta Putri Gus Dur

by -222 Views

Perjalanan cinta putri bungsu Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid, akhirnya berlabuh ke pelaminan. Ia resmi menikah dengan kiai muda asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, KH Muhammad Shalahuddin A. Warits, dalam sebuah pernikahan yang berlangsung sederhana namun sarat makna keluarga.

Pernikahan Digelar Tertutup di Ciganjur

Kabar pernikahan itu dikonfirmasi oleh Rektor Universitas Annuqyah Guluk-Guluk, Mohammad Hosnan Nafie. Prosesi akad nikah berlangsung pada 22 Januari 2025 di Ciganjur, Jakarta Selatan, dan hanya dihadiri keluarga inti dari kedua mempelai. Dalam momen tersebut, Umar Wahid bertindak sebagai wali nikah.

Meski digelar tertutup, kabar bahagia ini kemudian menjadi perhatian publik setelah unggahan di media sosial mulai beredar. Dari situ, publik mengetahui bahwa Inayah dan KH Muhammad Shalahuddin telah resmi menjadi pasangan suami istri.

Sosok Lora Mamak dari Sumenep

KH Muhammad Shalahuddin A. Warits dikenal juga dengan sapaan Lora Mamak. Ia merupakan pengasuh Pondok Pesantren Annuqyah di Lubangsa, Sumenep, sekaligus aktif dalam kegiatan Nahdlatul Ulama di daerahnya. Di lingkungan pesantren, namanya disebut memiliki kapasitas keilmuan yang diakui dan dihormati.

Kehadiran sosoknya dalam keluarga besar Gus Dur menambah perhatian terhadap pernikahan ini, terlebih karena keduanya sama-sama tumbuh dari lingkungan yang lekat dengan tradisi pesantren dan gerakan sosial keagamaan.

Inayah Wahid dan Jejak Aktivisme

Inayah Wulandari Wahid lahir pada 31 Desember 1982 dan selama ini dikenal aktif dalam Positive Movement serta komunitas Gusdurian. Ia kerap terlibat dalam isu-isu sosial dan Hak Asasi Manusia, melanjutkan jejak keluarga yang identik dengan pemikiran terbuka dan kepedulian publik.

Pernikahan Inayah dan KH Muhammad Shalahuddin menjadi sorotan bukan hanya karena status keduanya, tetapi juga karena mempertemukan dua latar belakang keluarga pesantren yang kuat. Momen kebersamaan keluarga besar mereka terlihat saat Idul Fitri 2026 di Pondok Pesantren Annuqyah, Guluk-Guluk, Sumenep, ketika kedua pihak tampak hadir dan merayakan hari besar itu bersama.

Di tengah sorotan publik, pernikahan ini justru tampil dalam kesederhanaan yang khas: tanpa pesta besar, tanpa gemerlap berlebihan, tetapi tetap meninggalkan kabar yang hangat bagi banyak orang yang mengikuti perjalanan keluarga Gus Dur.