Film The King’s Warden menciptakan sejarah sebagai film paling laris sepanjang masa di Korea Selatan dengan mencapai 16 juta penonton dalam periode singkat. Kisahnya yang didasarkan pada kehidupan Raja Danjong dari Dinasti Joseon telah menarik perhatian banyak orang. Raja Danjong naik takhta pada usia 12 tahun dan kemudian kehilangan takhtanya akibat kudeta. Setelah itu, ia diasingkan ke daerah terpencil di Cheongnyeongpo, Yeongwol, Provinsi Gangwon.
Cheongnyeongpo, yang dulunya lokasi pembuangan Raja Danjong, kini menjadi daya tarik wisatawan berkat popularitas film The King’s Warden. Pengunjung sering datang ke sana untuk melakukan perjalanan sejarah Raja Danjong. Tempat ini menawarkan pemandangan alam yang indah dengan nuansa sejarah yang kental. Di sini terdapat berbagai situs bersejarah seperti patung Raja Danjong dan Ratu Jungsung serta hutan pinus Geimgang yang menjadi saksi perjuangan Raja Danjong.
Rumah peristirahatan Raja Danjong dan pelayannya yang masih berdiri kokoh hingga saat ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Terdapat juga Menara Manghyangtap yang dibangun Raja Danjong untuk mengenang istrinya. Meskipun lokasi pengasingannya akhirnya terendam banjir besar dan Raja Danjong dipindahkan ke tempat lain, kisah pilu tentang hidup dan akhir tragisnya tetap dikenang.
Film The King’s Warden tetap menyuguhkan cerita yang menarik pembuktian kebenaran sejarah Raja Danjong. Kisahnya yang penuh intrik dan tragedi dapat Anda saksikan di bioskop Indonesia. Keseluruhan, tempat-tempat bersejarah terkait Raja Danjong mulai mendapatkan perhatian lebih luas berkat popularitas film tersebut.





