Upaya untuk mengurangi masalah sampah terus diperjuangkan melalui program Inklusif Recycling Indonesia dengan tagline “Bijak Berplastik”. Program ini diinisiasi oleh Yayasan Pembangunan Citra Insani Indonesia (YPCII) bekerjasama dengan Danone AQUA, yang bertujuan untuk mendidik masyarakat agar bisa mengelola sampah mulai dari tingkat rumah tangga. Menurut perwakilan YPCII, Dharmawati, program ini telah berlangsung sejak tahun 2020 dan baru diperluas ke Kota Makassar pada tahun 2023. Fokus awal program adalah memperkuat peran pengepul dan waste picker, sebelum mengembangkan pendampingan Bank Sampah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Dharmawati menegaskan bahwa salah satu solusi utama dari masalah sampah adalah memulainya dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Dengan setiap orang rata-rata menghasilkan 0,7 kilogram sampah per hari, pemilahan sampah organik dan anorganik harus dimulai dari rumah. Sampah plastik khususnya menjadi ancaman serius karena membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Data menunjukkan bahwa produksi sampah di Indonesia mencapai jutaan ton setiap tahun, namun hanya sekitar 37% yang dikelola dengan baik, dengan sumber terbesar berasal dari rumah tangga.
Melalui program ini, YPCII dan Danone juga mendorong pembentukan dan penguatan Bank Sampah. Masyarakat didorong untuk menjadi nasabah Bank Sampah atau minimal melakukan pemilahan sampah dari rumah guna memudahkan proses daur ulang. Danone memberikan penghargaan kepada RT/RW yang aktif mengedukasi warganya, dengan penilaian meliputi jumlah nasabah, kesadaran warga, dan jumlah sampah plastik yang dikumpulkan. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara bertahap dan berkelanjutan.





