Kehebohan kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, terus mencuat ke permukaan dan menarik perhatian banyak orang, termasuk orang tua yang menitipkan anak-anak mereka di sana. Puluhan orang tua turut mendatangi Polresta Yogyakarta untuk menuntut keadilan terkait peristiwa yang menyebabkan kekhawatiran di kalangan keluarga.
Orang tua yang mempunyai anak di Daycare Little Aresha terkejut dan terpukul setelah mengetahui adanya dugaan perlakuan yang menyimpang terhadap anak-anak di sana. Salah satu orang tua, Choi, mengungkapkan bahwa sebenarnya dia sudah merasakan adanya sesuatu yang tidak wajar terkait dengan kondisi anaknya, tetapi dia memilih untuk berpikir positif. Namun, kejadian yang terungkap menyatakan sebaliknya.
Choi menjelaskan bahwa keputusan untuk memilih daycare tersebut sebagian besar didasarkan pada pertimbangan biaya yang lebih terjangkau dan fasilitas yang terlihat cukup memadai saat survei awal. Namun, harapan mereka pupus saat Choi menjemput anaknya dan menemukan situasi yang mengejutkan. Anaknya baru dititipkan di sana kurang dari satu bulan, namun kondisinya tidak sesuai dengan harapan.
Selain itu, beberapa prosedur yang diterapkan oleh pihak daycare juga menimbulkan kecurigaan di antara orang tua, terutama aturan yang mewajibkan orang tua untuk memberi kabar sebelum menjemput anak dan ketidaktersediaan akses pemantauan CCTV di ruangan daycare. Semua kejanggalan ini semakin meningkatkan ketakutan dan kekhawatiran orang tua terhadap keberadaan anak-anak mereka di tempat penitipan tersebut.





