Dugaan Medan Listrik Picu Mesin Taksi Mogok di Bekasi Timur

by -88 Views

Puslabfor Dalami Kaitan Mesin Taksi Mogok dengan Perlintasan Rel Bekasi Timur

Jakarta – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan bahwa Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) akan menyelidiki hubungan antara berhentinya mesin taksi Green SM dengan perlintasan rel kereta yang diduga bermuatan listrik terkait kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

Budi menjelaskan bahwa perlintasan sebidang rel kereta api yang bermuatan listrik dapat sangat berbahaya dan Puslabfor akan mengkaji hal tersebut. Hal ini dikarenakan mesin taksi listrik itu beralih ke posisi parkir saat berada di atas rel.

Pendalaman dilakukan untuk mengetahui apakah medan listrik dan medan magnet tersebut mempengaruhi mesin sehingga berubah posisi menjadi parkir. Saat ini, sopir taksi listrik yang terlibat, berinisial RRP, telah dinyatakan negatif mengonsumsi alkohol melalui tes urine dan masih menjadi saksi dalam kasus tersebut.

RRP Baru Kerja Hari Ketiga Sebelum Kecelakaan

Kombes Pol Budi Hermanto juga menyebutkan bahwa RRP baru masuk kerja hari ketiga sebelum kecelakaan terjadi di Bekasi Timur. Sopir taksi listrik itu mengaku hanya mendapatkan pelatihan singkat selama satu hari sebelum mulai bekerja, terkait pengenalan dasar mobil listrik.

Hingga saat ini, RRP telah menjalani dua kali pemeriksaan dan statusnya masih sebagai saksi. Kecelakaan yang menewaskan 16 orang dan melukai puluhan lainnya tersebut dipicu oleh mogoknya taksi Green SM di perlintasan sebidang akibat gangguan sistem kelistrikan.

Dampak dari kecelakaan tersebut juga membuat satu rangkaian KRL terhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur dan ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.

Source link