Gunung Semeru Erupsi: Tinggi Letusan Capai 1 Km dalam Sejam

by -89 Views

Gunung Semeru Erupsi Sebanyak Empat Kali dalam Satu Jam

Pada hari Rabu, 13 Mei 2026, Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi sebanyak empat kali dalam rentang waktu satu jam lebih. Tinggi letusan mencapai 1 kilometer di atas puncak gunung.

Tiga Korban Erupsi Gunung Dukono Telah Ditemukan

Menurut laporan dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, erupsi pertama terjadi pada pukul 05.07 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 400 meter di atas puncak gunung. Kolom abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.

Gunung Semeru Erupsi, Kolom Letusan Abu Capai 1.000 Meter

Setelah erupsi pertama, Gunung Semeru kembali meletus pada pukul 05.19 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 1 kilometer di atas puncak atau setinggi 4.676 meter di atas permukaan laut. Kolom abu yang teramati masih berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.

Erupsi ketiga terjadi pada pukul 05.53 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 900 meter di atas puncak gunung. Kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung.

Erupsi terakhir terjadi pada pukul 06.15 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak atau setinggi 4.176 meter di atas permukaan laut. Teramati kolom abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 120 detik.

Gunung Semeru Masih Berstatus Siaga

Saat ini, Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas di sepanjang sungai dalam radius 500 meter dari tepi (sempadan sungai) Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.

Lebih jauh, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena berisiko terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Source link