Kampanye Anti-KDRT di CFD Malang: Suamiku Lukaku

by -91 Views

Kampanye Anti KDRT Melebur dalam Suasana Car Free Day Malang

Pekan lalu, Car Free Day di Jalan Ijen, Kota Malang, menjadi panggung bagi kampanye anti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh puluhan perempuan. Mereka membentangkan banner dengan pesan perlindungan perempuan sambil mempromosikan film Suamiku Lukaku yang diangkat dari kisah nyata.

Suarakan Keberanian Perempuan untuk Bicara

Kampanye ini lebih dari sekadar promosi film, melainkan juga sebagai bentuk keberanian perempuan untuk bersuara terkait isu KDRT. Wully Agustin, seorang Key Opinion Leader (KOL) Kota Malang, menyatakan bahwa kampanye tersebut bertujuan untuk mengajak perempuan agar lebih berani melawan KDRT.

“Kami ingin memperluas kesadaran sosial terhadap masyarakat, terutama perempuan, agar mereka lebih berani dalam menyuarakan penolakan terhadap KDRT,” ujar Wully.

Isu KDRT masih menjadi masalah serius yang kerap kali terjadi, namun banyak korban yang memilih untuk diam. Oleh karena itu, melibatkan para ibu dan single parent dalam kampanye ini diharapkan dapat menginspirasi perempuan lain untuk bersuara.

Suamiku Lukaku: Film yang Menggugah Kesadaran

Film Suamiku Lukaku karya sutradara Sharad Sharan mengangkat kisah kekerasan dalam rumah tangga yang masih kerap terjadi. Cerita dalam film tersebut menggambarkan berbagai tindakan kekerasan fisik dan mental terhadap perempuan.

Wully menegaskan bahwa setiap perempuan berhak untuk dihargai, dicintai, dan diperlakukan dengan baik di dalam rumah tangga. Ia juga menekankan bahwa tidak ada tempat untuk KDRT dalam hubungan yang seharusnya penuh dengan kasih sayang.

Film Suamiku Lukaku yang diperankan oleh Baim Wong dan Acha Septriasa akan segera tayang mulai 27 Mei 2026. Gala premiere film tersebut juga akan diselenggarakan pada 19 Mei 2026 di bioskop Mopic Malang dan dihadiri oleh para pemain film, termasuk Acha Septriasa yang membawa pesan penting, “perempuan berani bicara.”

Perempuan memiliki hak untuk bahagia dan berani bersuara dalam setiap situasi, termasuk dalam rumah tangga. Semua individu, tanpa terkecuali, layak untuk diperlakukan dengan penuh penghargaan dan kasih sayang.

Source link