Jembatan Garuda Merah Putih Hadirkan Akses Baru bagi Warga Tompobulu
Setelah bertahun-tahun bergantung pada cara seadanya untuk menyeberangi sungai, warga Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, akhirnya memiliki akses yang jauh lebih layak. Jembatan Perintis Garuda Merah Putih resmi dioperasikan untuk menghubungkan Desa Bontomanurung dan Desa Bontomatinggi, menjawab kebutuhan dasar warga yang selama ini kerap terhambat oleh kondisi medan.
Dari Gondola ke Jembatan Permanen
Jembatan sepanjang 100 meter dengan lebar 1,3 meter itu dibangun selama empat bulan, mulai Januari hingga Juni 2026. Proyek ini dikerjakan oleh TNI Angkatan Darat bersama masyarakat setempat melalui sistem gotong royong. Sebelum jembatan berdiri, warga harus menyeberangi sungai secara langsung saat musim kemarau, sementara pada musim hujan mereka mengandalkan gondola sederhana.
Kondisi tersebut bukan hanya merepotkan, tetapi juga membatasi mobilitas warga untuk urusan pendidikan, aktivitas ekonomi, dan kebutuhan harian lainnya. Kehadiran jembatan ini pun dipandang sebagai perubahan penting yang sudah lama ditunggu masyarakat dua desa tersebut.
Diresmikan Sejumlah Pejabat Daerah dan TNI
Peresmian Jembatan Perintis Garuda Merah Putih dihadiri Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Danrem141 Toddopuli Brigjen TNI Andre Clif Rumbayan, Ketua DPRD Provinsi Rahmatika Dewi, Anggota DPRD Provinsi Sulsel A. Pattarai Amir, Bupati Maros Chaidir Syam, serta Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur.
Prosesi peresmian dilakukan melalui penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Pangdam bersama Forkopimprov Sulsel. Momen ini menjadi penanda beroperasinya akses penghubung baru yang selama ini dinantikan warga.
Manfaat Langsung bagi 1.623 Warga
Bupati Maros Chaidir Syam menyampaikan apresiasi atas rampungnya jembatan tersebut. Menurut dia, keberadaan jembatan ini sangat berarti karena menyentuh kebutuhan paling mendasar warga yang selama puluhan tahun menghadapi keterbatasan akses.
Sementara itu, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menegaskan bahwa jembatan ini hadir sebagai jawaban atas persoalan yang lama membayangi masyarakat di dua desa itu. Sekitar 1.623 warga diperkirakan akan merasakan manfaat langsung dari fasilitas tersebut. Selain mempermudah perjalanan menuju sekolah dan pusat aktivitas ekonomi, jembatan ini juga diharapkan menjadi penopang mobilitas warga dalam jangka panjang di Desa Bontomanurung dan Desa Bontomatinggi.





