JAKARTA – Nama Ji Chang Wook kembali menjadi sorotan, bukan karena peran barunya di layar lebar, melainkan karena pemeriksaan pajak yang menyeretnya ke ranah sensitif. Aktor populer asal Korea Selatan itu diketahui tengah diperiksa Divisi Investigasi 2 Kantor Pajak Regional Seoul terkait dugaan penggelapan pajak. Dari proses tersebut, Layanan Pajak Nasional (NTS) menjatuhkan sanksi denda pajak yang nilainya disebut mencapai puluhan juta won.
Pemeriksaan Pajak dan Temuan NTS
Dalam pemeriksaan itu, NTS menemukan adanya indikasi penggelapan pajak serta kesalahan dalam pelaporan sejumlah pengeluaran pribadi Ji Chang Wook. Pengeluaran tersebut semula diklaim berkaitan dengan aktivitas hiburan, namun kemudian dinilai sebagai biaya yang tidak diakui dalam aturan pajak. Artinya, pengeluaran itu tetap masuk kategori yang wajib dikenakan pajak.
Masalahnya, biaya tersebut tidak dibayarkan melalui agensi yang menaungi sang aktor. Situasi inilah yang kemudian memicu penilaian berbeda antara pihak pajak dan manajemen Ji Chang Wook.
Respons Spring Company
Spring Company, agensi Ji Chang Wook, langsung memberi bantahan atas kesan bahwa kliennya sengaja menyembunyikan pendapatan atau melanggar hukum pajak. Mereka menegaskan tidak ada niat jahat dalam kasus ini. Meski begitu, agensi tetap membayar denda yang telah ditetapkan sesuai prosedur.
Agensi juga menyebut Ji Chang Wook kooperatif selama pemeriksaan berlangsung. Seluruh dokumen yang diminta NTS telah diserahkan, dan perbedaan tafsir mengenai pengeluaran pribadi serta biaya hiburan disebut menjadi akar persoalan. Ke depan, Spring Company menyatakan akan memperbaiki sistem pengelolaan pajak agar masalah serupa tidak terulang.
Dampak ke Film Colony
Di tengah kasus pajak ini, Spring Company berharap persoalan tersebut tidak melebar dan mengganggu perjalanan film Colony, yang kini sedang tayang. Film itu menjadi comeback Ji Chang Wook ke layar lebar setelah beberapa tahun vakum, sehingga perhatian publik terhadapnya memang sedang tinggi.
Colony sendiri mencatat respons kuat di Korea Selatan. Dalam tiga hari, film itu menembus penjualan lebih dari satu juta tiket dan membukukan pendapatan kotor 9,4 juta dolar AS. Film tersebut juga sudah mulai tayang secara global, termasuk di Indonesia, membuat sorotan terhadap Ji Chang Wook semakin sulit dipisahkan dari performa filmnya di box office.

