DPR Minta Pimpinan Baru BGN Berbenah Total: Kasus Keracunan hingga Anggaran Jumbo

by -215 Views

DPR Minta Pimpinan Baru BGN Benahi Total Program MBG, dari Keracunan hingga Anggaran

Pergantian pucuk pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai harus menjadi momentum untuk membongkar masalah lama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Anggota Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menegaskan bahwa kepemimpinan baru tidak cukup hanya melanjutkan program, tetapi wajib melakukan pembenahan menyeluruh agar persoalan yang muncul tidak terus berulang.

Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Yahya menyoroti kasus keracunan makanan yang terjadi di sejumlah daerah belakangan ini sebagai sinyal kuat bahwa sistem pengawasan masih lemah. Menurut dia, aspek kualitas dan keamanan makanan harus menjadi prioritas utama BGN yang baru, sebab program sebesar MBG tidak boleh menyisakan risiko bagi penerima manfaat.

Ia menilai, tanpa pengawasan yang ketat, tujuan mulia program justru bisa terganggu oleh masalah teknis di lapangan. Karena itu, perbaikan standar distribusi, pengolahan, dan kontrol mutu perlu dilakukan secara serius sejak awal.

Tata Kelola dan Pengawasan Tak Boleh Longgar

Selain keamanan pangan, Yahya juga menekankan pentingnya tata kelola program yang rapi dan pengawasan yang terintegrasi. MBG melibatkan banyak pihak dan membutuhkan koordinasi yang kuat antarlembaga agar pelaksanaannya tidak tersendat di daerah. DPR, kata dia, ingin memastikan program ini berjalan efektif di seluruh Indonesia, bukan hanya baik di atas kertas.

Transparansi anggaran juga menjadi sorotan. Dengan anggaran yang besar, publik berhak mengetahui bagaimana dana digunakan dan sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat. Akuntabilitas menjadi kunci agar kepercayaan publik terhadap program tetap terjaga.

Reshuffle BGN Harus Dibaca sebagai Evaluasi Besar

Presiden Prabowo Subianto telah mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN dan melakukan restrukturisasi kepemimpinan lembaga tersebut sebagai langkah evaluasi. DPR berharap pergantian ini tidak berhenti pada perubahan nama dan jabatan, melainkan benar-benar diikuti perombakan cara kerja di tubuh BGN.

Bagi Yahya, publik kini menunggu pembuktian dari pimpinan baru BGN: apakah mampu merapikan pelaksanaan MBG, menutup celah pengawasan, dan memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar kembali dalam bentuk layanan yang aman dan layak bagi masyarakat.