Review Film Rencana Besar untuk Mati: Destinasi SIFF 2026

by -188 Views

JAKARTA — Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang (RBMT) kembali mencuri perhatian setelah dipastikan melangkah ke China untuk bersaing di kompetisi utama Festival Film Internasional Shanghai 2026. Kehadiran film ini di salah satu ajang film paling bergengsi di Asia tersebut menjadi sorotan penting, bukan hanya bagi tim produksi, tetapi juga bagi perfilman Indonesia yang terus berupaya menembus panggung internasional.

RBMT Bawa Nama Indonesia ke Kompetisi Utama

Menurut keterangan Nugroho Dewanto, produser film RBMT sekaligus CEO Matta Cinema Production, partisipasi film ini di tujuh kategori menjadi pencapaian yang layak dibanggakan. Kategori tersebut meliputi Best Feature, Best Director, Best Actor, Best Actress, Best Screenplay, Best Cinematographer, dan Best Outstanding Artistic. Ia menegaskan bahwa keterlibatan RBMT di SIFF 2026 adalah kehormatan besar bagi industri hiburan Indonesia karena mewakili karya anak bangsa di level internasional.

Kisah Encek dan Luka yang Dibawa Identitas

Film ini diadaptasi dari novel karya Wisnu Suryaning Adji dan berfokus pada sosok Encek, seorang keturunan Tionghoa yang hidup dalam bayang-bayang trauma psikologis dan politis akibat identitas etnisnya. Melalui cerita itu, sutradara Ismail Basbeth ingin mendorong penonton melihat lebih dekat realitas yang dihadapi warga Tionghoa di Indonesia, termasuk tekanan sosial dan diskriminasi yang membentuk hidup mereka.

Deretan Pemain dan Debut yang Menarik Perhatian

Dari sisi pemain, RBMT dibintangi Ferry Salim, Melissa Karim, dan Verdi Soleiman. Film ini juga menjadi panggung debut bagi Jessy Davita, Nicholas Anderson, serta akademisi Rocky Gerung. Kombinasi nama-nama tersebut memberi warna tersendiri pada film yang sejak awal memang dirancang untuk tampil berbeda, baik dari sisi cerita maupun penyampaiannya.

Hingga kini belum ada informasi resmi mengenai jadwal tayang RBMT di Indonesia. Namun, perkembangan terkait film ini disebut masih akan terus dipantau, termasuk melalui TIMES Indonesia. (*)

Source link