Bawaslu Sulsel Mewaspadai Ancaman Politik Uang Digital Pemilu 2029

by -110 Views

Bawaslu Sulsel Waspadai Politik Uang Digital Jelang Pemilu 2029

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan mulai menaruh perhatian lebih serius pada ancaman baru dalam kontestasi politik mendatang: politik uang yang berpotensi bergeser ke ruang digital. Di tengah perubahan cara berkomunikasi dan kampanye yang makin bergantung pada teknologi, lembaga ini menilai pengawasan pemilu tak bisa lagi hanya bertumpu pada cara-cara lama.

Generasi Muda Diminta Jadi Garda Pengawasan

Bawaslu Sulawesi Selatan menegaskan bahwa menjaga integritas pemilu bukan hanya tugas penyelenggara, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis untuk ikut mengawal demokrasi sejak dini.

Menurut Saiful, keberanian moral masyarakat sipil sangat dibutuhkan untuk mencegah berbagai pelanggaran pemilu, termasuk praktik politik uang yang kerap muncul dalam berbagai bentuk. Karena itu, program kaderisasi seperti P2P diarahkan untuk membangun kesadaran publik sekaligus mengorganisir kepedulian masyarakat agar tidak berhenti pada wacana, tetapi bergerak dalam pengawasan partisipatif.

Pengawasan Pemilu Harus Ikut Beradaptasi dengan Teknologi

Saiful juga mengingatkan bahwa tantangan pengawasan pemilu kini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi. Ruang digital membuka peluang baru bagi pelanggaran yang lebih sulit dikenali, sehingga generasi muda dituntut memiliki literasi digital yang kuat untuk mendeteksi dan melaporkan potensi pelanggaran siber.

Dalam pandangan Bawaslu Sulsel, kebutuhan ini semakin mendesak menjelang Pemilu 2029. Pengawasan tidak cukup hanya dilakukan secara manual di lapangan, tetapi juga harus mampu membaca pola komunikasi digital, penyebaran informasi, hingga indikasi penyalahgunaan teknologi yang bisa memengaruhi pilihan pemilih.

Agen Demokrasi yang Kreatif dan Adaptif

Bawaslu Sulsel mendorong lahirnya agen-agen demokrasi yang kreatif, adaptif, dan mampu menyampaikan pentingnya pemilu yang jujur serta adil dengan bahasa yang relevan bagi publik, terutama anak muda. Diskusi dan pembelajaran yang dilakukan diharapkan tidak berhenti pada pemahaman normatif, tetapi menghasilkan gagasan baru untuk memperkuat budaya pengawasan partisipatif.

Dengan keterlibatan generasi muda, Bawaslu Sulsel berharap kualitas demokrasi tetap terjaga dan Pemilu 2029 dapat berlangsung bersih, jujur, serta berintegritas. Source link