Nonton Film Children of Heaven Bersama Muhammadiyah: Amal dan Hibur!

by -201 Views

Nonton Film Children of Heaven Bersama Muhammadiyah: Amal dan Hibur!

JAKARTA – Menonton film tak selalu sekadar urusan hiburan. Melalui Children of Heaven, Muhammadiyah mengajak publik melakukan dua hal sekaligus: menikmati tontonan bermakna dan ikut beramal untuk pendidikan. Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) menyampaikan bahwa setiap tiket yang terjual akan menyumbang Rp5.000 bagi program pendidikan Muhammadiyah.

“Yuk ajak keluarga, sahabat, dan rekan untuk menonton Children of Heaven. Tidak hanya menikmati film yang penuh makna, setiap pembelian tiket juga akan berdonasi Rp5.000 untuk mendukung pendidikan Muhammadiyah,” tulis SUMU di akun resminya sumu.or.id.

Film, dakwah, dan cara baru menyapa publik

Tak berhenti di situ, Muhammadiyah melalui Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat (LSB PP) juga mengajak sekolah-sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia untuk ikut menonton film garapan Hanung Bramantyo tersebut. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat dakwah lewat seni dan budaya, bukan hanya lewat mimbar atau ruang kelas.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Irwan Akib menilai film bisa menjadi medium yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan nilai dan pendidikan. “Kita tahu sudah banyak film religi yang berkualitas, dan Children of Heaven ini juga tak boleh dilewatkan,” terangnya.

Ia juga menyebut film adaptasi dari karya Iran itu punya pesan karakter yang mudah diterima anak-anak, sehingga relevan untuk ditonton keluarga maupun pelajar.

Disorot karena nilai edukatif dan reflektif

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, menghadiri special screening film Children of Heaven versi Hanung Bramantyo di Studio 2 Plaza Senayan, Jakarta, pada akhir Mei lalu. Kehadiran itu mempertegas bahwa film ini tidak hanya dibaca sebagai tontonan, tetapi juga sebagai bahan refleksi pendidikan.

Abdul Mu’ti menyebut ada tiga nilai utama dalam film tersebut: edukatif, inspiratif, dan reflektif. Ia menilai ketiganya sejalan dengan spirit Surat Al-Ma’un yang selama ini menjadi landasan gerakan Ahmad Dahlan dalam pendidikan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Adaptasi kisah klasik yang dibawa ke konteks baru

Children of Heaven versi Indonesia digarap oleh sutradara Hanung Bramantyo, sosok yang juga menjabat sebagai Dewan Pakar di Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022-2027. Melalui posisi itu, Hanung aktif mendorong penguatan dakwah dan pendidikan karakter lewat perfilman.

Film ini diadaptasi dari karya Iran berjudul sama yang pernah meraih penghargaan internasional, termasuk Grand Prix des Amériques di Montreal World Film Festival 1997, serta sejumlah penghargaan di Fajr Film Festival. Di Amerika Serikat, film aslinya juga mencatat pendapatan kotor USD 933.933.

Dalam versi Indonesia, cerita berpusat pada kakak-adik Ali dan Zahra yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Saat Ali tak sengaja kehilangan satu-satunya sepatu milik Zahra, keduanya memilih menyimpan rahasia itu dari orang tua. Mereka pun bergantian memakai satu pasang sepatu untuk tetap bisa pergi ke sekolah.

Hanung menegaskan film ini tidak dimaksudkan untuk mengeksploitasi kemiskinan, melainkan menghadirkan realitas sosial pada era 1980-an. Ia juga memasukkan sentuhan sosial-politik, termasuk aturan ketat soal penggunaan jilbab pada masa Orde Baru, serta meracik emosi dan komedi dalam satu alur yang mengalir. Children of Heaven masih tayang di bioskop kesayangan Anda. (*)