Dawai Cempluk Lokal Malang Membuat Gebrakan di Milan

by -84 Views

Dawai Cempluk dari Malang Meraih Sorotan Internasional di Milan

Alat musik petik karya warga Kampung Cempluk, Dau, Kabupaten Malang, yang dikenal dengan nama Dawai Cempluk, berhasil mencuri perhatian publik internasional setelah diperkenalkan dalam sebuah forum akademik di Milan, Italia. Kolaborasi antara Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya dengan Tommaso Corradi, mahasiswa pascasarjana Universitas Bicocca, Milan, telah menghadirkan sebuah inovasi yang menakjubkan.

Kreativitas Lokal dalam Dawai Cempluk

Dawai Cempluk merupakan hasil dari kreativitas murni warga Kampung Cempluk, terutama Pak Budi Ayin yang berasal dari Desa Kalisongo. Ide untuk menciptakan alat musik dari limbah kayu konstruksi lahir sebagai respons terhadap perubahan lingkungan. Melalui keahlian dan talentanya, Pak Budi Ayin berhasil mengubah sampah kayu menjadi instrumen musik petik yang estetis, menunjukkan bahwa keindahan bisa diciptakan dari hal-hal yang sederhana.

Kolaborasi dan Gotong Royong

Melalui proses kolaborasi dengan warga lokal lainnya, Dawai Cempluk menjadi representasi nyata dari konsep gotong royong. Mulai dari pembuatan oleh Pak Budi Ayin, bantuan dari warga setempat dalam menyempurnakan aspek teknis, hingga konseptualisasi identitas sosiologis oleh pihak universitas, semua komponen bekerja bersama untuk menghasilkan karya luar biasa ini.

Proyek kebudayaan ini juga membuktikan nilai strategis kawasan kampung sekitar Universitas Brawijaya dalam mengintegrasikan kearifan lokal dengan lingkungan akademik. Dukungan dari pihak universitas, termasuk Rektor dan Dekan Fakultas Vokasi UB, membuktikan komitmen untuk memfasilitasi dan mengangkat potensi lokal ke level global.

Dawai Cempluk bukan hanya sebagai alat musik, tetapi juga diusulkan sebagai bagian dari program ekonomi kreatif Malang. Langkah ini menegaskan bahwa dengan kerja sama, gotong royong, dan riset yang jelas, potensi dari bahan limbah sederhana pun bisa menjadi karya inovatif yang mendapat apresiasi secara global.

Source link