Potensi Investasi Jagung Petani Maros, Bupati Chaidir Berita Baik

by -71 Views

Bupati Chaidir Bawa Kabar Baik, Investor Siap Serap Jagung Petani Maros

Kabupaten Maros berpartisipasi dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, membuka peluang investasi baru di sektor pertanian. Investor dari Gorontalo menyatakan minatnya untuk menanamkan modal lebih dari Rp53 miliar untuk pengadaan dan pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Maros.

Peluang Investasi Baru untuk Maros

PT Gorontalo Pangan Lestari berencana mengelola hingga 12.000 ton jagung di Maros. Di sela kegiatan PENAS XVII, penjajakan kerja sama dilakukan antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas pertanian dari berbagai wilayah Indonesia.

Bupati Maros, Chaidir Syam, menyatakan kehadiran Kabupaten Maros dalam acara tersebut membawa manfaat besar, tidak hanya dalam hal pengetahuan dan teknologi pertanian, tetapi juga membuka peluang kerja sama ekonomi yang menjanjikan.

Rencana investasi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam sektor pertanian jagung. Chaidir juga menambahkan bahwa investasi ini akan memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani jagung di Maros.

Potensi Besar Maros dalam Produksi Jagung

Perwakilan dari PT Gorontalo Pangan Lestari, Jasin Mohammad, melihat Maros memiliki potensi besar sebagai sentra produksi jagung. Investasi yang dipersiapkan tidak hanya fokus pada pembelian jagung, tetapi juga pengembangan ekosistem bisnis yang memberikan nilai tambah bagi petani.

Diharapkan investasi tersebut mampu memperkuat rantai distribusi hasil pertanian, menciptakan pasar yang lebih pasti bagi petani jagung, dan meningkatkan aktivitas ekonomi di daerah. Kepala DPMPTSP dan Ketenagakerjaan Maros, Nuryadi, juga menegaskan bahwa momentum PENAS XVII dimanfaatkan untuk memperluas jejaring investasi dan kerja sama antardaerah.

Nilai investasi yang signifikan tersebut diharapkan dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan petani di Kabupaten Maros.

Source link