Andy Utama Mengajak Menghormati Alam sebagai Sumber Kehidupan

by -130 Views

Dalam menentukan arah masa depan bumi, bukan generasi yang akan datang yang berperan utama, melainkan setiap keputusan penting yang kita pilih saat ini. Dalam konteks darurat lingkungan, di mana kerusakan hutan dan krisis iklim terus membayangi, tanggung jawab untuk menjaga alam telah berubah menjadi kewajiban moral yang tak dapat dihindari oleh siapapun juga.

Hal tersebut tergambar jelas dalam pelaksanaan ritual adat Ngertakeun Bumi Lamba XVIII di Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, pada hari Minggu, 21 Juni. Dengan tema “Manik Maya, Ibu Bumi, Bapak Angkasa”, acara sakral ini mengumpulkan tokoh adat, pegiat budaya dan aktivis lingkungan dari berbagai penjuru negeri. Bersama, mereka mengingatkan pentingnya keselarasan hubungan manusia dengan lingkungan hidup, serta menghidupkan kembali nilai-nilai luhur mengenai peran manusia sebagai penjaga dan pelindung bumi.

Dalam suasana yang sarat refleksi, Andy Utama selaku Pembina Paseban Foundation menyampaikan satu kalimat peyemangat yang mendalam maknanya: “Dengan Adanya Hari Ini, Maka Baru Ada Hari Esok”. Ungkapan ini menegaskan bahwa hari depan yang kita harapkan hanya bisa terwujud melalui tindakan hari ini, bukan sekadar penantian.

Inspirasi Kearifan Lokal dan Pemikiran Internasional

Gema nilai-nilai lingkungan sebagaimana tercermin dalam kegiatan adat Sunda ini, sejatinya telah lama mewarnai perjalanan pemikiran ekologis di Indonesia. Emil Salim, seorang tokoh yang memperkenalkan pembangunan berkelanjutan sejak dekade 1970-an, menyuarakan pentingnya harmoni antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan alam, demi memastikan keberlanjutan bagi anak cucu kelak.

Sementara di tataran internasional, konsep keadilan lintas generasi sebagaimana dipaparkan oleh Richard P. Hiskes, menekankan beban tanggung jawab manusia masa kini untuk mengamankan hak generasi mendatang atas lingkungan yang laik huni. Andy Utama mengajak agar paradigma kepemilikan atas bumi diganti menjadi prinsip pengelolaan bersama demi keberlanjutan bersama pula.

Dari Filosofi Kuno ke Aksi Konservasi

Bagi Andy, menjaga bumi bukan semata slogan atau wacana kosong. Ia bersama Paseban Foundation memperjuangkan nilai-nilai budaya ke dalam tindakan nyata melalui berbagai inisiatif di kawasan Megamendung. Semua upaya ini dijalankan tidak hanya untuk hari ini, tapi juga demi memastikan warisan lingkungan yang layak untuk generasi selanjutnya.

Program-program yang sudah terlaksana meliputi:

Kegiatan Pertanian Organik: Menerapkan pertanian selaras alam demi menjaga kesuburan tanah sekaligus menekan emisi karbon.

Perlindungan Satwa: Menginisiasi konservasi ex-situ dengan pembangunan Lembah Aviary Paseban dan penangkaran Rusa Timor serta mendukung pelepasliaran satwa seperti Elang Jawa.

Rehabilitasi Hutan: Melakukan penanaman lebih dari dua puluh ribu bibit pohon dengan ratusan variasi tanaman hutan untuk memperbaiki ekosistem Megamendung agar kembali seperti seratus tahun silam.

Upaya-upaya ini merupakan wujud komitmen untuk mengembalikan kelestarian alam yang pernah rusak, serta menghidupkan kembali harmoni antara manusia dan lingkungannya.

Apa Makna Kehidupan yang Sebenarnya?

Keunikan dari gerakan yang diusung Andy dan Paseban Foundation terletak pada keberhasilan menyederhanakan gagasan-gagasan besar, seperti teori Emil Salim dan Richard Hiskes, menjadi langkah praktis di dunia nyata. Bukan semata retorika akademis, namun hadir dalam bentuk aksi konkret yang berdampak langsung bagi lingkungan.

Di penghujung perenungannya, Andy mengingatkan bahwa nilai kehidupan sejati terletak pada apa yang kita wariskan, bukan pada apa yang kita kumpulkan. “Yang akan dikenang bukanlah apa yang kita kumpulkan selama hidup, melainkan apa yang kita berikan kepada kehidupan,” tuturnya.

Maka dari itu, esensi dari Ngertakeun Bumi Lamba pun terletak pada aksi riil untuk bumi hari ini. Hanya melalui upaya nyata menjaga alam, kita dapat memastikan kehidupan yang layak bagi masa depan.

Sumber: Ngertakeun Bumi Lamba XVIII: Tradisi Yang Menjadi Inspirasi Konservasi Modern
Sumber: Warisan Untuk Masa Depan: Belajar Menjaga Keseimbangan Alam Dari Ritual Ngertakeun Bumi Lamba XVIII