Konservasi Pesisir Dukung dengan 60 Ribu Bibit Mangrove di Maros

by -68 Views

PT Angkasa Pura Indonesia Salurkan Bantuan Mangrove di Maros

Online24, Maros – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menyalurkan bantuan 60 ribu bibit mangrove beserta dukungan pengembangan sarana dan prasarana ekowisata mangrove di Kabupaten Maros. Total bantuan yang dikucurkan mencapai Rp250,5 juta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Bantuan Mangrove untuk Lingkungan dan Keselamatan Penerbangan

Penanaman mangrove dilakukan berdasarkan kajian lingkungan dan pengelolaan habitat satwa liar agar tidak meningkatkan risiko bird strike atau tabrakan burung dengan pesawat di sekitar kawasan bandara. General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menyatakan bahwa pelestarian lingkungan dan keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama perusahaan. Bantuan bibit mangrove diharapkan dapat memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, serta mendukung operasional bandara yang aman, selamat, dan berkelanjutan.

Dukungan Pengembangan Sarana Dan Prasarana Ekowisata

Selain penyaluran bibit mangrove, Angkasa Pura Indonesia juga memberikan dukungan pengembangan sarana dan prasarana agar kawasan mangrove di Maros dapat berkembang menjadi destinasi ekowisata yang berkelanjutan. Pengembangan fasilitas tersebut diharapkan dapat berperan sebagai ruang edukasi lingkungan, konservasi pesisir, sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Total bantuan yang disalurkan terdiri atas 60.000 bibit mangrove senilai Rp77,5 juta dan dukungan pengembangan sarana-prasarana sebesar Rp173 juta, yang disalurkan melalui Institusi Penelitian dan Pengembangan Masyarakat.

Direktur Eksekutif Institusi Penelitian dan Pengembangan Masyarakat, Hidayat Paloloi, mengapresiasi dukungan tersebut. Ia menilai bahwa bantuan tersebut tidak hanya memperkuat upaya pelestarian ekosistem pesisir, tetapi juga membuktikan bahwa konservasi lingkungan dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga keamanan operasional penerbangan.

Source link