Kejamnya Penuntutan dan Manipulasi Fakta di Era Jampidsus Lama: Ancaman Terhadap Keadilan

by -84 Views

Nadiem Makarim Sebut Era Jampidsus Kejam dalam Menuntut

Pada Rabu, 12 Agustus 2026, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, menyampaikan kritik pedas terhadap mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Andriansyah. Menurut Nadiem, era tersebut ditandai dengan penuntutan yang kejam dan manipulasi fakta yang merugikan.

Selisih Fakta dan Tuntutan

Nadiem menegaskan bahwa dia tidak menerima sepeser pun dari transaksi sebesar Rp809 miliar yang menjadi sorotan. Dia juga menyatakan bahwa semua urusan korporasi telah diurus oleh pihak terkait, dan uang tersebut telah dikembalikan ke PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB), yang sebelumnya dikelola oleh perusahaannya, Gojek. Nadiem juga menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak terkait dengan proyek Chromebook saat dia menjabat sebagai menteri.

Penolakan Terhadap Tuduhan

Nadiem menolak keras tuduhan bahwa uang sejumlah tersebut digunakan untuk memperkaya dirinya. Dia menyatakan bahwa keputusan terkait uang pengganti sebesar Rp809 miliar tidak beralasan dan menunggu fakta-fakta yang akan terungkap dalam persidangan.

Misteri Kematian Sutrimo

Sementara itu, kasus kematian Sutrimo, yang diduga terkait dengan Febrie Adriansyah, masih menyisakan tanda tanya. Tim forensik telah membongkar makam Sutrimo di Banyumas, Jawa Tengah, untuk mengambil sampel dari seluruh bagian tubuhnya. Namun, misteri di balik kematian Sutrimo masih belum terpecahkan.

Source link