Jakarta – JURNALIS PENULIS TAKDIR
Episode 7: Rahasia dan Pengorbanan
Rahsa Saputra dan Raka Saputra, dua saudara yang terpisah dalam sejarah, akhirnya bertemu di bawah kubah observatorium yang usang. Cahaya fajar mulai meresap ke dalam ruangan, mencerahkan atmosfer yang tegang. Meskipun wajah mereka hampir sama, namun kehidupan telah menulis dua kisah berbeda pada keduanya. Raka, yang dibesarkan untuk memikul tanggung jawab, tegak dengan sikap penuh pertanggungjawaban. Sedangkan Rahsa, tampak kurus dan membungkuk, dengan bekas kabel neural terlihat di pelipisnya, menunjukkan keraguan yang sepenuhnya manusiawi.
Lingkaran merah di mata Rahsa berhenti berputar, sementara lingkaran biru di mata Raka semakin nyata. Di antara keduanya, sebuah ruang baru terbentuk dan Sistem TI menginformasikan konsekuensi dari penggabungan penuh. Rahsa, dengan suara tenang, menyatakan, “Sekarang kita tahu mengapa mereka memisahkan kita.”
Raka berusaha memutuskan sambungan, memohon agar Rahsa tidak melanjutkan proses tersebut. Namun, Rahsa dengan tegas menunjukkan pilihan baru yang ia miliki dalam memilih siapa yang akan tetap ada di antara mereka berdua. Dengan air mata mengalir, Rahsa memutuskan bahwa kali ini, ia yang akan memilih.

