InJourney Salurkan Bantuan untuk Penyandang Disabilitas Maros

by -56 Views

Sebanyak 20 alat bantu dengar, lima kursi roda, dan tiga tongkat penyangga disalurkan Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airport) kepada penyandang disabilitas di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Bantuan dalam rangka HUT ke-2 perusahaan itu diserahkan melalui Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Maros dan Forum Disabilitas Maros (Fordisma), Senin (7/9/2026).

Selain perangkat pendukung mobilitas dan pendengaran, SLBN Maros menerima bantuan berupa kanvas dan canting lukis. Peralatan tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan kemampuan seni rupa para siswa yang dinilai memiliki potensi dan prestasi di bidang tersebut.

CEO Regional V Angkasa Pura Indonesia, Handy Heryudhitiawan, mengatakan dukungan terhadap pendidikan inklusif menjadi bagian dari komitmen korporasi menuju Indonesia Emas. Pemilihan SLBN Maros dan Fordisma sebagai penerima bantuan juga mempertimbangkan keberadaan keduanya di wilayah operasional perusahaan.

“Untuk menuju Indonesia Emas itu, pilar pendidikan ini yang harus dipastikan. Makanya kami memilih sekolah luar biasa ini dan Forum Disabilitas Maros,” kata Handy di lokasi penyerahan bantuan.

Dukungan bagi bakat seni siswa SLBN Maros

Menurut Handy, bantuan peralatan melukis diberikan setelah perusahaan memperoleh informasi mengenai pencapaian siswa SLBN Maros dalam bidang seni rupa. Dukungan itu diharapkan dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan yang telah dimiliki para siswa.

“Kami dengar ada prestasi anak-anak yang melukis di sini, sehingga itu yang kami bantu untuk mengasah bakat mereka,” ujarnya.

Program sosial tersebut merupakan salah satu bentuk keterlibatan Angkasa Pura Indonesia dengan masyarakat di sekitar kawasan operasional bandara. Perusahaan juga sebelumnya menjalankan program penanaman mangrove di pesisir Maros sebagai bagian dari komitmen terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan sosial dan lingkungan itu, perusahaan berupaya membangun kolaborasi dengan masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan kawasan di sekitar bandara agar manfaat operasionalnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Penyaluran disesuaikan dengan kebutuhan penerima

Ketua Fordisma, Muhammadong, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan kepada komunitas disabilitas di Maros. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada PT Angkasa Pura yang telah memberikan bantuan kepada teman-teman disabilitas. Mudah-mudahan Angkasa Pura ke depan semakin jaya dan sukses,” katanya.

Ia menjelaskan, perangkat bantuan tidak dapat dibagikan tanpa terlebih dahulu memeriksa kondisi calon penerima. Khusus tongkat penyangga, jenis alat harus dicocokkan dengan kebutuhan masing-masing penyandang disabilitas agar dapat digunakan secara tepat.

“Kalau untuk tongkat, kita harus hubungi dulu yang bersangkutan untuk memastikan jenis apa yang dibutuhkan. Jangan sampai kita kasih yang tidak sesuai, jadinya mubazir. Makanya kita kondisikan dulu,” jelas Muhammadong.

Berdasarkan keterangan Muhammadong, jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Maros diperkirakan mencapai 10.000 orang. Dari jumlah tersebut, kebutuhan yang paling banyak masih berkaitan dengan alat bantu dengar, kursi roda, dan tongkat penyangga. Penyesuaian data serta kondisi penerima karena itu menjadi bagian penting dalam proses penyaluran bantuan.

Source link