Warga Kabupaten Maros kini memiliki akses bioskop di wilayah sendiri setelah Cinema XXI membuka Grand Mall Maros XXI pada 2 Oktober 2026. Bioskop ini menjadi lokasi pertama Cinema XXI di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dengan empat studio berkapasitas lebih dari 700 kursi.
Kehadiran Grand Mall Maros XXI tidak hanya menambah pilihan hiburan, tetapi juga diharapkan memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi daerah. Fasilitas audio dan visual disiapkan untuk menunjang kenyamanan penonton selama menyaksikan film.
Perluas akses hiburan dan dorong ekonomi daerah
Bupati Maros Chaidir Syam menyambut pembukaan bioskop tersebut. Ia berharap masyarakat dapat menikmati film yang baik dan edukatif dalam lingkungan yang nyaman, sekaligus tetap sesuai dengan ketentuan perfilman yang berlaku.
“Film-film yang baik, film-film yang edukasi, film yang memang sudah lolos dari saringan sensor dari perfilman kita di Indonesia. Dan inilah harapan kita, masyarakat kita bisa mendapatkan tempat yang nyaman, tempat yang betul-betul baik untuk menyaksikan film-film yang memang dia ingin nonton,” kata Chaidir.
Menurut Chaidir, keberadaan Cinema XXI berpotensi menimbulkan efek berantai bagi perekonomian Maros. Masyarakat yang sebelumnya harus bepergian ke daerah lain untuk menonton film kini dapat menggunakan fasilitas hiburan di wilayahnya sendiri. Bioskop itu juga dinilai berpotensi menarik pengunjung dari daerah sekitar untuk datang ke Maros.
Ia menyebut dampak tersebut dapat dirasakan melalui sejumlah sektor, termasuk pendapatan asli daerah (PAD), pajak dan retribusi hiburan, restoran, serta reklame. “Jelas dari PAD, dari PPJT, hiburan, restoran, reklama, dan itu akan growth-in,” ujarnya.
Chaidir turut menyoroti perlindungan terhadap pelajar melalui pengaturan waktu pemutaran film. Ia berharap anak sekolah tidak menonton pada jam belajar. “Di Indonesia sudah ada aturan bahwa di jam-jam belajar, jam-jam sekolah, kita berharap anak-anak sekolah nggak boleh ada yang nonton. Itu pun juga jam pertama mutar jam 12 juga, jadi kita sudah memprotek,” jelasnya.
Libatkan tenaga kerja dari Maros
Head of Government Relation Cinema XXI Suprayitno mengatakan pembukaan Grand Mall Maros XXI merupakan bagian dari upaya perusahaan mendekatkan akses hiburan bioskop kepada masyarakat. Menurut dia, standar desain, fasilitas, dan kenyamanan Cinema XXI tetap diterapkan di lokasi baru tersebut.
Suprayitno berharap kehadiran bioskop dapat menjadi pilihan hiburan keluarga tanpa mengharuskan warga Maros bepergian jauh. “Insyaallah dengan datangnya Cinema XXI di Maros, orang Maros tidak harus mencari hiburan keluarga yang jauh-jauh,” ujarnya.
Selain menyediakan hiburan, operasional bioskop ini juga melibatkan tenaga kerja lokal. Suprayitno mengatakan sebagian besar sumber daya manusia yang bekerja di Grand Mall Maros XXI berasal dari Maros. Posisi tertentu tetap memerlukan proses transfer pengetahuan sebelum sepenuhnya ditangani tenaga kerja setempat.
“Semua SDM kita semua dari Maros, boleh dicek. Kecuali untuk post-post tertentu memang harus ada transfer knowledge dulu,” katanya.
Manajer Grand Mall Maros Darlan Hasyim menilai Cinema XXI melengkapi fasilitas hiburan dan belanja di pusat perbelanjaan tersebut. Masyarakat Maros dan daerah sekitarnya dapat membeli tiket secara langsung maupun melalui aplikasi m.tix, TIX ID, dan GoPay. Produk makanan serta minuman XXI Café tersedia di lokasi dan dapat dipesan melalui fitur m.food pada aplikasi m.tix.
Hingga 2 Oktober 2026, Cinema XXI menyebut telah memiliki 270 lokasi bioskop dengan total 1.399 layar yang tersebar di 55 kota dan 31 kabupaten di Indonesia.





