Penemuan Irjen Agung Setya terhadap ladang ganja sebesar 150 hektar yang dikuasai oleh narapidana di lapas

by -423 Views

Sumatera Utara — Pengungkapan ladang ganja seluas 150 hektar di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, menjadi salah satu operasi terbesar yang disorot aparat pada Minggu, 12 November 2023 malam. Temuan itu tersebar di 18 titik di kawasan perbukitan Desa Laru Lombang, Kecamatan Tambangan, wilayah yang sulit dijangkau dan memerlukan perjalanan kaki sekitar 6 hingga 10 jam.

Kapolda dan Pangdam Turun Langsung ke Lokasi

Kapolda Sumatera Utara Irjen Agung Setya Imam Effendi bersama Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Mochammad Hasan memimpin langsung pemberantasan ladang ganja tersebut. Keduanya turun ke lokasi untuk memastikan penindakan berjalan di lapangan, sekaligus menunjukkan keseriusan aparat dalam memutus rantai peredaran narkoba di Sumatera Utara.

Agung menyebut pengungkapan itu merupakan hasil kerja gabungan TNI/Polri, termasuk Kodam I Bukit Barisan dan Polda Sumut. Menurut dia, lokasi ladang ganja dipetakan melalui jaringan satelit dan juga penelusuran manual sebelum akhirnya ditemukan di area perbukitan dan pegunungan yang medannya sangat berat.

18 Titik Ladang Ganja dan 5 Tersangka Diamankan

“Ada 18 titik lokasi ladang ganja di lokasi ini yang ditemukan setelah dipetakan melalui jaringan satelit dan cara manual dengan luas 150 hektar,” ujar Agung pada Minggu, 12 November 2023.

Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan lima tersangka. Mereka diduga memiliki peran berbeda, mulai dari pemilik ladang hingga kurir yang mengangkut hasil panen ganja untuk dijual dan diedarkan di masyarakat.

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas

Agung juga mengungkapkan bahwa hasil panen dari ladang ganja itu rencananya diedarkan ke Kota Padang dan diduga dikendalikan oleh seorang narapidana di Lapas Padang. Napi tersebut kini telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut di Polda Sumut.

“Kondisi area temuan ladang ganja ini cukup sulit untuk dilalui, karena berada di area perbukitan dan pegunungan. Namun, personel berhasil menemukan ladang ganja itu,” kata Agung.

Ia menegaskan, aparat akan terus mengambil tindakan tegas terhadap jaringan yang terlibat, termasuk menutup ruang gerak ladang ganja di wilayah tersebut. Menurutnya, pemberantasan narkoba bukan sekadar operasi sesaat, melainkan komitmen bersama yang harus dijalankan sampai ke akar-akarnya.