Ribuan Orang Tidak Mampu Menghadiri Acara Bela Palestina di Surabaya, Namun Tetap Memberi Dukungan dengan Berdonasi dan Berbagi Semangka

by -454 Views

Surabaya – Jalan depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Minggu, 12 November 2023, dipenuhi lautan manusia berbaju putih yang datang membawa satu pesan: dukungan untuk Palestina. Ribuan warga dari berbagai daerah di Jawa Timur tidak hanya berkumpul untuk berorasi, tetapi juga mengubah aksi itu menjadi ruang solidaritas lewat donasi, pembagian semangka, dan pertunjukan teatrikal yang menyentuh emosi peserta.

Ribuan Massa Datang Sejak Pagi

Sejak sekitar pukul 06.00 WIB, peserta aksi datang bertahap ke lokasi. Mereka berasal dari puluhan komunitas dan organisasi masyarakat, tidak hanya dari Surabaya Raya, tetapi juga dari daerah lain di Jawa Timur. Mayoritas mengenakan busana serba putih dan membawa bendera Palestina. Sebagian lainnya mengangkat poster berisi kecaman terhadap Israel serta seruan pembelaan bagi rakyat Palestina.

Suasana aksi terasa penuh tekanan sekaligus khidmat saat orator meneriakkan, “Free, free, Palestina,” yang disambut massa di sepanjang jalan depan Grahadi.

Semangka Jadi Simbol Perlawanan

Di tengah aksi, para peserta juga menggalang donasi untuk disalurkan kepada rakyat Palestina yang saat ini dijajah Israel. Tak berhenti di situ, mereka membagikan potongan buah semangka kepada peserta dan warga yang hadir. Simbol ini dipilih bukan tanpa alasan.

Risgianto, relawan dari Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF), menjelaskan bahwa semangka menjadi lambang perlawanan Palestina terhadap Israel. Menurutnya, warna buah itu memiliki kemiripan dengan warna bendera Palestina. “Kebetulan saat ini lagi musim semangka di Palestina,” katanya.

Teatrikal dan Kehadiran Khofifah

Di sisi lain, sejumlah peserta dari SMP Muhammadiyah menampilkan aksi teatrikal yang menggambarkan duka seorang ibu Palestina yang kehilangan anaknya setelah dibom militer Israel. Penampilan itu membuat suasana aksi berubah haru. Okta, siswi SMP Muhammadiyah yang memerankan sang ibu, mengaku sangat terbawa perasaan saat memainkan adegan tersebut. “Sedih banget, saya sampai nangis beneran,” ujarnya.

Beberapa jam setelah aksi berlangsung, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa keluar dari Gedung Negara Grahadi dan bergabung dengan massa. Ia mengenakan busana serba putih seperti peserta lainnya. Dalam orasinya, Khofifah membuka dengan melantunkan Shalawat Asyghil dan mengajak hadirin bershalawat bersama.

“Hari ini kita menguatkan komitmen bahwa kita semua berdiri di sini memberikan doa dan dukungan atas kemerdekaan bagi Palestina,” kata Khofifah.