Sandiaga Uno Yakin Masyarakat tidak akan Terprovokasi Meskipun Spanduk Ganjar-Mahfud Dicopoti

by -769 Views

Sleman – Pencopotan sejumlah spanduk dan poster pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Pematang Siantar, Sumatera Utara, memantik sorotan. Namun, Ketua Dewan Pakar Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Sandiaga Uno, memilih meresponsnya dengan tenang. Ia menegaskan, tindakan semacam itu tidak akan mudah memancing reaksi berlebihan dari masyarakat.

Sandiaga Bandingkan dengan Pengalamannya di Pilpres 2019

Sandiaga mengaku pernah menghadapi situasi serupa ketika maju di Pilpres 2019 bersama Prabowo Subianto. Dari pengalaman itu, ia menilai publik Indonesia kini jauh lebih matang dalam menyikapi dinamika politik, termasuk ketika alat peraga kampanye ditertibkan atau dicopot.

“Sebagai alumni Pilpres 2019, kami menghadapi hal yang sama dulu. Alhamdulillah masyarakat kita sudah sangat cerdas. Masyarakat kita sudah sangat dewasa dalam berdemokrasi,” ucap Sandiaga di Kabupaten Sleman, DIY, Minggu 12 November 2023.

Alat Peraga Masih Dianggap Penting untuk Sosialisasi

Menurut Sandiaga, baliho, spanduk, poster, hingga kaos bukan sekadar pelengkap kampanye, melainkan sarana penting untuk memperkenalkan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD kepada pemilih. Ia menyebut, berdasarkan data internal, masih ada sekitar 20 persen masyarakat di Sumatera dan sejumlah wilayah lain yang belum mengenal Ganjar secara dekat.

Karena itu, alat peraga kampanye disebutnya tetap efektif untuk memperluas jangkauan informasi. “Kita melihat bahwa alat peraga kampanye ini adalah alat yang sangat membantu sosialisasi dari Pak Ganjar. Pak Ganjar ini dari antara kandidat lain yang masih memiliki ruang untuk meningkatkan pengenalannya,” ungkap Sandiaga.

Masih Ada Ruang untuk Meningkatkan Pengenalan

Sandiaga menambahkan, upaya sosialisasi lewat alat peraga bisa membantu menutup jarak pengenalan antara kandidat dan masyarakat. Ia menilai, selama kampanye berjalan dalam koridor yang wajar, publik akan mampu memilah mana dinamika politik dan mana yang benar-benar perlu dipersoalkan.

“Ada sekitar 20 persen masyarakat kita terutama di Sumatera dan di wilayah lainnya yang belum kenal sosok Pak Ganjar secara dekat. Dan alat peraga kampanye ini bisa baliho, bisa kaos, sangat efektif untuk meningkatkan pengenalan Pak Ganjar,” tutup Sandiaga.

Source: VIVA/Maha Liarosh