World Leaders Attend Prabowo Subianto’s Inauguration, Analyst: A Testament to Years of Diplomacy

by -404 Views

Jakarta – Pelantikan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk periode 2024-2029 di Jakarta tak hanya menjadi agenda kenegaraan, tetapi juga panggung diplomasi yang menyedot perhatian dunia. Hadirnya puluhan tokoh penting dari berbagai negara memperlihatkan bahwa momen ini dipandang lebih dari sekadar pergantian kepemimpinan di dalam negeri.

19 Pemimpin Dunia Hadir di Jakarta

Acara pelantikan tersebut dihadiri 19 pemimpin dunia dan 15 utusan khusus. Di antara nama yang tampak hadir adalah Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, serta Wakil Presiden Tiongkok Han Zheng. Kehadiran mereka menandai besarnya atensi internasional terhadap awal masa pemerintahan baru Indonesia.

Khairul Fahmi, analis dari Institute for Security and Strategic Studies (ISSES), menilai momen itu sebagai penegasan bahwa pelantikan Prabowo sebagai Presiden ke-8 Indonesia membuka babak baru dalam diplomasi global Indonesia.

Diplomasi Prabowo Dinilai Sudah Dibangun Lama

Dalam wawancara di Jakarta, Fahmi mengatakan kehadiran para pemimpin regional dan global mencerminkan pengakuan yang kuat terhadap kepemimpinan Prabowo. Menurut dia, ini bukan hanya bentuk penghormatan seremonial, melainkan sinyal bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang penting di tengah dinamika global.

“Kehadiran pemimpin regional dan global di Jakarta untuk pelantikan ini mencerminkan pengakuan yang signifikan terhadap kepemimpinan Prabowo,” kata Fahmi dalam sebuah wawancara di Jakarta.

Ia menambahkan, kehadiran delegasi dari negara besar seperti Tiongkok dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa Indonesia bukan sekadar dicatat sebagai pemenang pemilu, tetapi juga dilihat memiliki peran lebih luas dalam menjawab tantangan global.

Isyarat Peran Lebih Aktif di Kawasan

Fahmi juga menyoroti pendekatan personal Prabowo dalam menjalin hubungan dengan para pemimpin dunia. Ia menyebut perjalanan Prabowo ke Tiongkok, Jepang, dan Turki sebagai contoh bagaimana hubungan internasional dibangun melalui komunikasi yang intens dan berkelanjutan.

“Acara ini merupakan manifestasi diplomasi yang telah dikembangkan Prabowo selama bertahun-tahun, yang telah memperkuat hubungan yang kuat dengan pemimpin dari banyak negara,” tambah Fahmi.

Menurut dia, hadirnya para pemimpin dunia di Jakarta juga membawa pesan lain: adanya harapan agar Indonesia di bawah Prabowo lebih aktif dalam membentuk arsitektur keamanan regional dan global. Ia menilai kerja sama di bidang politik, ekonomi, dan keamanan berpeluang menguat seiring dimulainya pemerintahan baru.

Fahmi menegaskan, kehadiran para tamu penting itu juga menunjukkan keyakinan bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk memimpin kawasan, termasuk dalam isu-isu strategis seperti keamanan maritim, perubahan iklim, dan penguatan kerja sama ASEAN.

“Pelantikan ini menandai titik awal yang signifikan untuk membangun dukungan dan kerja sama internasional,” catatnya.

Ia menutup dengan pandangan optimistis bahwa awal pemerintahan Prabowo akan menjadi fase penting bagi posisi Indonesia di panggung dunia, dengan modal diplomasi yang sudah terbangun jauh sebelum pelantikan berlangsung.