Empat Jukir Liar Tanah Abang Ditangkap: Kejahatan Memeras Terungkap

by -314 Views

Empat jukir liar di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, diamankan polisi setelah aksi pemerasan terhadap pengendara viral di media sosial. Peristiwa ini kembali membuka sorotan pada praktik parkir liar yang kerap merugikan warga, terutama di pusat aktivitas ekonomi seperti Tanah Abang.

Video Viral Bongkar Praktik Pemerasan

Kapolsek Tanah Abang, Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Haris Akhmad Basuki, mengatakan ada empat orang yang diamankan dalam kasus tersebut. Menurut dia, para terduga pelaku saat ini sedang menjalani pembinaan. Kasus ini mencuat setelah aksi pemerasan itu terekam kamera dan kemudian disebarkan oleh korban melalui media sosial.

Rekaman tersebut memicu perhatian publik karena memperlihatkan dugaan pungutan liar yang dilakukan terhadap pengendara. Dari video itu, petugas kemudian menelusuri keterlibatan sejumlah orang yang diduga ikut terlibat dalam pengelolaan parkir liar di lokasi tersebut.

Tarif Rp60 Ribu dan Peran Calo Parkir

Salah satu jukir liar berinisial AF mengakui perbuatannya. Ia disebut mengenakan tarif Rp60 ribu untuk kendaraan roda empat. Selain itu, pelaku juga mengaku menyetor sejumlah uang kepada calo yang mengarahkan kendaraan untuk parkir di titik tersebut.

Pengakuan itu menambah gambaran bahwa praktik parkir liar di kawasan itu tidak berdiri sendiri, melainkan melibatkan jaringan kecil yang saling menguntungkan. Situasi ini membuat korban merasa dirugikan dan memunculkan reaksi keras dari warganet setelah video tersebut beredar luas.

Polisi Lanjutkan Pembinaan dan Koordinasi Sosial

Kompol Haris menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat terkait penanganan para pelaku. Saat ini, keempat orang yang diamankan masih berada dalam pembinaan oleh pihak berwajib.

Kasus ini menegaskan bahwa praktik pemerasan dan pungutan liar di ruang publik masih menjadi persoalan serius. Di Tanah Abang, lokasi yang dikenal padat aktivitas dan lalu lintas kendaraan, tindakan semacam ini bukan hanya merugikan pengendara, tetapi juga mencoreng ketertiban kawasan perdagangan yang ramai setiap hari.