Strategi Akses Data Perusahaan Ekspedisi: Ditemukan!

by -155 Views

Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa para pelaku kasus akses ilegal data perusahaan ekspedisi menggunakan modus operandi dengan menawarkan sejumlah uang untuk setiap data pesanan. Tersangka G (DPO) menawarkan Rp2.500 kepada Tersangka MFB untuk setiap data pesanan paket COD dari sistem Ninja Xpress di daerah Cirebon, Bandung, dan Majalengka. Tersangka MFB kemudian meminta T untuk memberikan data pesanan paket COD Ninja Xpress dengan bayaran Rp1.500 untuk setiap data pesanan. T adalah pekerja harian lepas Ninja Xpress yang menyortir barang pesanan tanpa akses ke sistem operasional. Namun, T menggunakan akun milik karyawan lain tanpa izin untuk mengakses sistem operasional dan memberikan data pesanan paket COD kepada MFB. Polisi juga menemukan bahwa T dan MFB hanya menjual data paket pesanan kepada G (DPO). Sekitar 10 ribu data berhasil diambil oleh para pelaku, dengan MFB mendapat bayaran total Rp10 juta dan T mendapat Rp15 juta dari G. Kasus ini menunjukkan bahwa akses ilegal pada data perusahaan ekspedisi dapat memiliki konsekuensi serius dan harus ditangani secara tegas. Penegakan hukum dan perlindungan data perusahaan menjadi sangat penting dalam era digital ini.

Source link