Pemerintah Kota Makassar terus berkomitmen dalam mewujudkan transformasi digital di sektor layanan publik. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah meluncurkan sistem pembayaran digital QRIS di Pasar Niaga Daya, pasar rakyat terbesar di kota tersebut. Peluncuran ini merupakan bagian dari program Digitalisasi Pembayaran Layanan Publik dan Retribusi yang melibatkan pasar tradisional, terminal, hingga PDAM. Hadir dalam acara peluncuran ini adalah Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda, dan Plt Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Ali Gauli Arief.
Dalam sambutannya, Wali Kota Munafri menyampaikan pentingnya sistem digital dalam meningkatkan transparansi, efisiensi, dan pendapatan daerah. Dia menekankan bahwa digitalisasi bukan hanya untuk kemudahan tetapi juga untuk mencegah potensi kerugian keuangan. Pasar Niaga Daya dipilih sebagai tempat peluncuran karena aktivitas ekonomi yang padat dan menjadi contoh bagi adopsi sistem digital di sektor perdagangan tradisional.
Ali Gauli Arief dari Perumda Pasar Makassar menjelaskan bahwa aplikasi SIAGA telah disiapkan untuk memudahkan pedagang melakukan transaksi non-tunai dengan QRIS. Hal ini mempermudah pengelolaan keuangan dan pemantauan data bagi pengelola pasar. Kepala BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, juga menyatakan bahwa penggunaan QRIS di Sulsel terus meningkat dan masyarakat semakin siap terhadap ekosistem digital.
Diharapkan seluruh pedagang pasar, termasuk di Pasar Niaga Daya, segera memiliki QRIS agar tidak ketinggalan zaman. Melalui digitalisasi pasar, Pemerintah Kota Makassar bersama instansi terkait berharap memberikan dampak positif bagi kesejahteraan pedagang dan kemudahan bagi konsumen. Hal ini merupakan langkah awal menuju kota cerdas dan transparan melalui digitalisasi yang langsung menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat Makassar.





