Coordinating Minister Airlangga Reveals Trump Tariff Drop to 19%

by -174 Views

Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto langsung terlibat sejak awal dalam negosiasi revisi tarif perdagangan yang mengikuti pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai “Hari Pembebasan” – sebuah deklarasi kemerdekaan ekonomi – pada 2 April 2025.

Dalam wawancara video di Real Talk dengan Uni Lubis: Di Balik Panggilan Antara Presiden Prabowo dan Trump yang diterbitkan oleh IDN Times di YouTube dan dikutip Jumat (1 Agustus), Airlangga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo langsung merespons deklarasi Trump dan memberikan instruksi kepada tim negosiasi antar-kementerian Indonesia untuk mengirim surat resmi ke Gedung Putih. Airlangga menegaskan bahwa Indonesia adalah negara pertama yang mengirim tanggapan resmi ke Washington, D.C.

Selain itu, Airlangga menyebut bahwa pada saat itu, tim negosiasi – yang terdiri dari berbagai kementerian dan lembaga – juga sedang merancang kesepakatan perdagangan dengan OECD dan dalam konteks Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-UE (IEU-CEPA).

Presiden Prabowo memerintahkan tim untuk mengembangkan paket perdagangan khusus yang bisa ditawarkan secara khusus kepada Amerika Serikat. Dalam telepon antara Presiden Prabowo dan Trump, permintaan perdagangan Presiden Trump diikutsertakan dalam “menu” yang disiapkan Indonesia.

Airlangga menyatakan bahwa faktor penentu dalam menurunkan tarif ekspor Indonesia ke AS dari 32% menjadi 19% adalah bahwa dokumen dan paket perdagangan yang diajukan Indonesia memenuhi semua standar kepatuhan yang diperlukan.

Ia juga mengonfirmasi bahwa ia bertemu langsung dengan Wakil Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer, dan mengadakan pertemuan virtual dengan pejabat AS lainnya. Dalam akhirnya, kedua belah pihak menilai bahwa negosiasi telah terselesaikan. Pemangkasan tarif menjadi 19% akhirnya merupakan keputusan yang diambil oleh kedua presiden selama panggilan telepon tersebut.

Source link