Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) melakukan kunjungan studi ke Perumda Pasar Makassar untuk mempelajari penerapan teknologi digitalisasi pembayaran. Rombongan yang dipimpin oleh Bupati Polman, H. Samsul Mahmud, diterima oleh manajemen Bank Sulselbar dan Perumda Pasar Makassar. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memahami sistem pembayaran non-tunai di pasar-pasar Kota Makassar, termasuk penggunaan QRIS untuk retribusi pedagang.
Bupati Samsul mengungkapkan apresiasi terhadap dukungan dari Bank Sulselbar dan Pemerintah Kota Makassar. Beliau menyatakan niatnya untuk mempelajari bagaimana digitalisasi pembayaran di pasar dapat berjalan secara efektif guna mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Polman. Perumda Pasar di Makassar dianggap telah berhasil menerapkan sistem pembayaran retribusi pedagang menggunakan QRIS, yang membantu dalam monitoring transaksi dan mengurangi potensi kebocoran.
Plt. Direktur Utama Perumda Pasar Makassar, Ali Gauli Arief, menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi berkala dalam menjalankan digitalisasi di pasar. Sementara itu, Kadiv Digitalisasi Bank Sulselbar, Desi, menambahkan bahwa Polman memiliki potensi yang kuat dalam mengadopsi sistem digitalisasi ini, terutama dengan adanya mayoritas penduduk generasi alfa, Z, dan Y yang familiar dengan layanan digital.
Bank Sulselbar berkomitmen untuk memfasilitasi penerapan QRIS di 27 pasar tradisional di Polman dan melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai contoh dalam digitalisasi. Kolaborasi antara Pemkab Polman, Bank Sulselbar, dan Perumda Pasar Makassar diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam tata kelola pasar tradisional demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.





