Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015, Abraham Samad telah memberikan keterangan kepada Polda Metro Jaya terkait laporan tuduhan ijazah palsu Presiden Ke-5 RI Joko Widodo (Jokowi). Abraham Samad menjelaskan bahwa kedatangannya ke Polda Metro Jaya adalah sebagai contoh bagi masyarakat bahwa semua warga harus patuh pada hukum tanpa terkecuali. Dia juga menegaskan bahwa pemanggilan tersebut merupakan bagian dari edukasi, pencerahan, dan kritikan yang konstruktif untuk memastikan pemahaman masyarakat tentang hak dan kewajiban mereka. Menurut Abraham, siniar yang dia miliki di Youtube, yang bernama “Abraham Samad SPEAK UP” bertujuan untuk memberikan edukasi dan berdiskusi. Ia juga menekankan bahwa podcast-nya tidak mengandung konten yang tidak bermutu atau bersifat hiburan semata. Abraham juga menyatakan bahwa pemanggilan tersebut tidak hanya tentang dirinya, tapi juga tentang masa depan demokrasi, kebebasan berpendapat, dan berekspresi. Dia menjelaskan bahwa jika tindakan yang dilakukannya dianggap kriminal, maka itu merupakan upaya kriminalisasi dan pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat. Abraham tetap memastikan akan memenuhi panggilan pemeriksaan tersebut dan menilai hal tersebut sebagai bagian dari usaha untuk mengintimidasi dan meredam kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi. Former Chair of the Corruption Eradication Commission (KPK) Abraham Samad has confirmed his attendance to the summons by the Metro Jaya Regional Police regarding the alleged fake diploma report of President Joko Widodo (Jokowi). He stated that his visit to the Metro Jaya Regional Police was to set an example for the public that all citizens must abide by the law. He also explained that the summon was part of education, enlightenment, and constructive criticism to ensure public understanding of their rights and obligations. According to Abraham, the podcast he has on Youtube, named “Abraham Samad SPEAK UP,” aims to provide education and discussions. He also emphasized that his podcast does not contain low-quality or purely entertaining content. Abraham also stated that the summon was not just about him, but also about the future of democracy, freedom of speech, and expression. He explained that if his actions are deemed criminal, it is an attempt to criminalize and silence freedom of speech. Abraham still ensures he will attend the examination summons and sees it as an effort to intimidate and stifle freedom of speech guaranteed by the constitution.
Dugaan Ijazah Palsu Jokowi dan Abraham Samad: Panggilan Polisi





