Bupati Maros, Chaidir Syam, diundang oleh Kementerian Pariwisata untuk mempresentasikan master plan bisnis pariwisata di Kabupaten Maros. Dalam pertemuan tersebut, Chaidir didampingi oleh Kadis Pariwisata Suwardi Sawedi dan diterima oleh Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati atau Ni Luh Puspa dan sejumlah deputi. Mereka membahas pengembangan pariwisata di Maros, khususnya tentang destinasi wisata alam Bantimurung dan Rammang Rammang.
Chaidir juga memaparkan agenda tahunan yang dirancang untuk meningkatkan kawasan wisata, seperti event Geopark Run, pesta panen di Karaeng Marusu, dan Maulid Jolloloro di Rammang Rammang. Selain itu, potensi wisata kamping keluarga di kecamatan Tompobulu, Camba, Cenrana, dan Mallawa juga akan dikembangkan untuk memenuhi tren wisata keluarga.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, Suwardi, mengajukan anggaran sebesar Rp 29 miliar kepada pemerintah pusat untuk pengembangan wisata Bantimurung. Dia menjelaskan bahwa beberapa objek wisata memerlukan bantuan anggaran setelah mengalami kerusakan akibat banjir besar. Desa wisata Dolli Tukamasea juga mendapat apresiasi karena masuk dalam 60 besar ajang desa wisata 2025.
Suwardi berharap bahwa dengan upaya pengembangan dan promosi yang terus dilakukan, pariwisata Maros akan terus berkembang dengan dukungan pemerintah pusat. Tahun depan, rencananya akan ada 60 desa wisata yang akan diikutsertakan dalam ajang desa wisata.





