Deteksi Dini Stroke: Penyuluhan Prolanis di Puskesmas Mangasa Makassar

by -283 Views

Makassar — Stroke masih menjadi ancaman serius bagi kelompok usia lanjut karena kerap berujung pada kecacatan hingga kematian. Karena itu, upaya pencegahan tak cukup berhenti pada anjuran hidup sehat, tetapi juga harus menyasar kemampuan mengenali gejalanya sejak awal. Berangkat dari kebutuhan itu, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar bekerja sama dengan Puskesmas Mangasa, Makassar, menggelar penyuluhan deteksi dini stroke bagi lansia di wilayah tersebut.

FAST Jadi Kunci Pengenalan Gejala

Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada metode FAST melalui media flip card yang dirancang agar mudah dipahami lansia maupun keluarganya. FAST merupakan singkatan dari Face, Arm, Speech, dan Time, empat tanda penting yang perlu diperhatikan saat mencurigai stroke. Peserta diajak mengenali perubahan pada wajah, kelemahan pada lengan, gangguan bicara, serta pentingnya bertindak cepat ketika gejala muncul.

Model penyampaian yang visual dan sederhana membuat materi lebih mudah diserap. Melalui simulasi kecil, kelompok Prolanis tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga berlatih membaca tanda-tanda stroke dari contoh yang ditampilkan. Cara ini dinilai efektif karena membantu peserta mengingat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan saat menghadapi kondisi darurat.

Peserta Diajak Lebih Peka terhadap Gejala Awal

Ketua Tim Pengabmas, Dyah Ekowatiningsih, menegaskan bahwa deteksi dini memiliki peran besar dalam mencegah komplikasi dan mempercepat penanganan. Menurutnya, banyak kasus stroke menjadi berat karena terlambat dikenali. Dengan pemahaman yang lebih baik, lansia dan keluarga diharapkan tidak panik, tetapi segera mengambil langkah yang tepat.

Heriansyah, salah satu anggota Tim Pengabmas, juga menyampaikan kebanggaannya dapat terlibat langsung dalam edukasi tersebut. Ia menilai flip card metode FAST memudahkan peserta memahami materi secara praktis. Suasana kegiatan yang interaktif turut membuka ruang bagi peserta untuk bertanya dan berbagi pengalaman terkait tanda-tanda stroke yang pernah mereka lihat di lingkungan sekitar.

Edukasi Pencegahan Tetap Jadi Bagian Penting

Selain deteksi dini, penyuluhan ini juga menekankan pentingnya pencegahan melalui kebiasaan hidup sehat. Peserta diingatkan untuk menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta mengontrol tekanan darah sebagai langkah sederhana yang berpengaruh besar terhadap risiko stroke. Edukasi semacam ini diharapkan membuat lansia lebih mandiri dalam menjaga kesehatan dan lebih sigap mengenali perubahan pada tubuhnya sendiri.

Program penyuluhan di Puskesmas Mangasa ini direncanakan terus berlanjut sebagai kegiatan rutin. Dengan pendekatan yang mudah dipahami dan dekat dengan kebutuhan peserta, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan lansia serta mendorong mereka tetap sehat dan aktif hingga usia lanjut.