Pameran Fotografi Cetak Tua APHIC WEEK 2025 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Fotografi Fakultas Seni Media Rekam (FSRM) ISI Yogyakarta menarik perhatian di tengah era fotografi digital yang instan. Dengan tema “Kalpana”, pameran ini menjadi ruang pertemuan antara sejarah fotografi dan cara pandang generasi muda. APHIC WEEK 2025 tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam tentang teknik cetak tua seperti cyanotype, van dyke brown, gum bichromate, dan platinum print.
Pameran ini merupakan puncak capaian pembelajaran mahasiswa Fotografi ISI Yogyakarta yang melibatkan pemahaman sejarah fotografi dan proses kimia. Tema “Kalpana” dipilih sebagai identitas pameran, yang berarti imajinasi dan cipta dalam bahasa Sanskerta. Karya-karya cetak tua yang ditampilkan mencerminkan tafsir visual atas memori, imajinasi, dan kemungkinan-kemungkinan yang pernah ada, sedang menghilang, atau bahkan belum terjadi.
Selain pameran, APHIC WEEK 2025 juga menyelenggarakan workshop, talkshow, dan diskusi terbuka bersama fotografer muda ISI Yogyakarta. Diharapkan pameran ini menjadi wadah apresiasi, edukasi, dan inspirasi bagi generasi muda dan masyarakat yang mencintai seni fotografi. Melalui semangat pelestarian dan inovasi, Program Studi Fotografi ISI Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga eksistensi fotografi cetak tua di tengah perubahan zaman. APHIC WEEK 2025 membuktikan bahwa fotografi bukan sekadar hasil akhir, tetapi perjalanan kreatif yang layak direnungkan.





